Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Taman Wisata “Noviar” Menjadi Hiburan Alternatif Karyawan dan Warga di PTPN IV MEP Labuhanbatu

- Senin, 09 Mei 2016 09:33 WIB
1.230 view
Taman Wisata “Noviar” Menjadi Hiburan Alternatif Karyawan dan Warga di PTPN IV MEP Labuhanbatu
SIB/ Fiktor Situmorang,S.Sos
Lokasi areal wisata lokal di areal PTPN 4 Unit MEP dipimpin Menejer Ir. Ahmad Syukri Noviar,MM.MBA.
Ajamu (SIB)- Taman  wisata ‘Noviar’ mengusung konsep daur ulang barang bekas dan team work itu tidak menyulitkan karyawan serta warga yang sedang melintas guna bersantai sejenak dengan duduk maupun berdiri di tepian kolam maupun ke tengah sembari menapaki titi rel yang kokoh menuju  satu unit bangunan  pondok yang juga  kokoh dengan  ukuran empat kali empat meter itu.

Taman wisata lokal dimaksud dibangun bukan dengan konsep anggaran yang besar agar terkesan mewah  seperti di tempat lain namun justru memanfaatkan barang-barang bekas milik perusahaan Negara itu kemudian didaur ulang untuk dapat dimanfaatkan demi kepentingan siapapun yang menikmatinya.

Barang bekas dimaksud seperti besi rel lokomotif, atap seng  berwarna-warni, broti berbagai ukuran, dilapisi cat seadanya adalah milik PTPN IV Unit Meranti Paham (MEP) didirikan tepatnya di perbatasan dengan PT.Cisadane Sawit Raya (CSR) di Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara.

Konseptor dimaksud adalah Manejer PTPN IV Unit MEP, Ir Ahmad Syukri Noviar MM MBA menjadi inisiator memanfaatkan besi tua serta barang bekas lainnya agar lebih bermakna sekaligus memanfaatkan lahan sekira dua rante yang sejak dulu tak ditanami kelapa sawit namun justru  terjadi pergeseran makna dan nilai dimana dulunya areal perbatasan dimaksud selain  sunyi, bila malam tiba akan gelap karena  tidak ada penerangan, bahkan terkesan seram bagi siapapun yang melintas diakibatkan  jauh dari perumahan karyawan kebun maupun perumahan kebun sebelah.

Sekarang, lokasi perbatasan dimaksud  menjadi ramah, indah, bersahabat dan terang ketika malam sebab disana sudah ada posko keamanan yang dijaga 24 jam dilengkapi penerangan serta  televisi. “Hal ini menghilangkan rasa was-was bagi siapapun kala melintas dimalam hari, Tidak ada anggaran khusus, kerja tim, dikerjakan diluar jam kerja,” ungkap Syukri.

Katanya lagi, areal ini multi fungsi, selain tempat berteduh dari sengatan matahari maupun kucuran  air hujan, areal dimaksud dapat dijadikan tempat rapat/brifing  dengan para staff, bahkan outbond party.

Saat ini lanjutnya kepada wartawan, pihaknya sedang mencari jaring bekas nelayan yang masih layak   guna membagi areal kolam dimana setiap bidangnya akan diisi jenis bibit  ikan yang berbeda guna menambah makna akan sebutan : Taman wisata lokal menuju  nasional hingga  internasional.
Dirinya berharap karya kecil ini  dapat memotivasi karyawan dan siapapun yang melihatnya agar lebih bergiat didalam menciptakan produktivitas serta etos kerja yang lebih baik. (D17/h)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru