Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 22 April 2026

Kalangan Biro Travel ‘Bergerilya’ Raih 1 Juta Wisman ke Sumut

- Minggu, 26 Maret 2017 15:22 WIB
192 view
Medan (SIB) -Kalangan operator wisata atau praktisi biro travel di Medan ternyata telah memulai aksi promosi ke sejumlah negara luar untuk menjaring para calon wisatawan mancanegara (Wisman) ke Sumut melalui serangkaian acara dan paket-paket wisata Danau Toba pada tahun ini.

Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) selaku mantan Ketua Umum DPP Association of Indonesia Travel Agency (ASITA), Ben Sukma dan  Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Maruli Damanik secara terpisah menyebutkan, Danau Toba hingga saat ini masih tetap menjadi objek dan ikon utama pariwisata Sumut yang dijual ke pangsa pasar nasional maupun internasional.

"Tanpa ada even-even resmi pun Danau Toba tetap dipromosikan para operator atau kalangan biro travel di Sumut maupun di beberapa agen lainnya di Indonesia, sebagai destinasi utama. Apalagi dengan adanya even-even resmi dalam kalender wisata daerah atau nasional, Danau Toba tentu dipromosikan lebih gencar lagi untuk menjaring kunjungan turis, khususnya untuk target 1 juta Wisman ke Sumut pada 2019 nanti," ujar Ben Sukma kepada SIB melalui telepon selulernya, Rabu (22/3).

Hal senada dicetuskan Maruli Damanik yang juga Dirut PT Lovely Holiday Travel itu bahwa promosi paket wisata Danau Toba dengan sejumlah even-even yang telah dipersiapkan kementerian  pariwisata dan daerah, sejak Februari lalu sudah mulai digencarkan ke berbagai negara luar oleh sejumlah biro travel daerah ini.

"Program atau agenda wisata yang tertuang dalam kalender wisata nasional dengan 17 even dan 71 even paket wisata daerah (Sumut) ini, benar-benar luar biasa. Danau Toba dengan seluruh even ini akan lebih bergaung sebagai langkah menuju destinasi Sumut yang 'paten' dalam arti jumlah kunjungan Wismannya akan meningkat, terlebih dengan target 1 juta Wisman dan juga paten dalam arti paket wisata Sumut semakin bervariasi dan kaya sehingga mengundang minat para turis dari negara lain di luar negara-negara yang sudah aktif ke Sumut atau Danau Toba selama ini," papar Maruli Damanik kepada SIB di kantornya, Rabu siang kemarin (22/3).

Aksi promosi even-even wisata Danau Toba itu, katanya, telah mulai dipromosikan kalangan pelaku usaha pariwisata ke sejumlah negara ASEAN dan Eropa, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Korea, China, Jepang, Belanda, Jerman, Swiss dan lain-lain. Pihak operator atau travel yang telah 'menjual' paket-paket (baca: promosi even-even) itu antara lain Sukma International Travel, Lovely Holidays, Sastra Kencana Tour and Travel, Toba Heritage dan sejumlah biro travel anggota ASITA maupun ASPPI.

Mereka mencetuskan optimisme itu sehubungan pelaksanaan gelar acara (launching) 17 even wisata Danau Toba oleh Kementerian Pariwisata RI, bersama Wakil Gubsu dan sejumlah bupati sekawasan Danau Toba di Jakarta, pada Senin (20/3) lalu. Agenda even wisata Danau Toba yang ditetapkan secara nasional itu akan berlangsung mulai Mei hingga Desember tahun ini.

Sebelumnya, agenda wisata yang merupakan kalender even wisata Sumut dengan total 71 paket atau 71 even yang tersebar di 33 daerah (kabupaten-kota), juga telah ditetapkan sebagai program untuk menjaring 1 juta Wisman ke Sumut.

"Berbagai kalangan dan elemen masyarakat di Sumut menyatakan bangga dan apresiasi besar atas kedatangan atau kunjungan kerja Presiden RI Jokowi bersama para menteri terkait ke beberapa daerah di Sumut (Parapat/Danau Toba, Balige, Sibolga, Nias) pada 20-21 Agustus 2016 lalu. Kini, kebanggaan itu bertambah dengan rencana kedatangan Presiden Jokowi lagi ke Sumut untuk berkunjung ke Sibolga. Ini juga akan menggaungkan potensi ekonomi dan wisata Sumut karena Sibolga juga bagian dari destinasi unggulan wisata Sumut, khususnya destinasi wisata maritim," ujar Maruli optimis.

Atensi Presiden yang paralel dengan kebijakan pariwisata dengan agenda even-even wisata itu, ujar Maruli, hendaknya dijadikan momentum besar bagi semua pihak dari kalangan dunia usaha maupun masyarakat untuk mendorong Danau Toba bisa semarak pada hari-hari biasa walaupun bukan pada hari kunjungan pejabat negara atau acara-acara non-wisata

"Satu hal yang harus dijamin pemerintah adalah kepastian jadwal atau tanggal semua even-even wisata itu karena kami selaku operator sudah terlanjur menawarkan dan mempromosikan paket-paket wisata itu pada tanggal yang tercatat pada kalender wisata itu. Jangan seperti tahun-tahun lalu, berubah terus sehingga kunjungan turis akhirnya batal," ujar Maruli serius. (A04/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru