Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Penggiat Pariwisata Usulkan Penyelenggaraan Festival Danau Toba Dikaji Ulang

- Minggu, 17 Desember 2017 19:17 WIB
482 view
Penggiat Pariwisata Usulkan Penyelenggaraan Festival Danau Toba Dikaji Ulang
Sibolga (SIB) -Penggiat Kepariwisataan Sanggam Hutapea mengusulkan promosi pariwisata Danau Toba, termasuk mengevaluasi penyelenggaraan Festival Danau Toba, (FDT) sebelumnya, agar pada penyelenggaraan tahun 2018 mendatang, efektif dan tepat sasaran.

Di samping kegiatannya dievaluasi, orientasi pelaksanaan  FDT yang dulu bertajuk  Pesta Danau Toba (PDT) itu, marketingnya harus berorientasi ke industri pariwisata.

Sanggam  Hutapea mengamati, pelaksanaan FDT sebagai event pariwisata di Danau Toba yang sudah berlangsung setiap tahun, belum dapat diracik untuk menambah minat wisatawan ke Danau Toba, terkesan hanya sekedar pesta seremonial.

"Saya tidak akan membahas dana penyelenggaraan yang sudah tersedot, tetapi FDT itu bukan hanya ajang melestarikan budaya, tapi juga sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba. Berkutat pada seremonial , tentu daya gedor ke bisnis pariwisata tidak begitu kuat," ujarnya, kepada SIB, Jumat (15/12), menyikapi pelaksanaan FDT,  6-9 Desember 2017 yang digelar di Sipinsur Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Sanggam menambahkan, agar FDT menjadi agenda tahunan yang dinanti para turis, otoritas kepariwisataan pusat dan daerah, pemerintah di tujuh kabupaten (Daerah Tangkapan Air Danau Toba), harus  duduk bersama dengan melibatkan para pelaku pariwisata.

Dan yang tak kalah penting dilakukan, yakni  mengundang para biro perjalanan yang lebih memahami apa sebenarnya keinginan wisatawan.

"Biro-biro perjalanan tentu memahami apa yang diinginkan wisatawan.  Undanglah mereka, dengar mereka. Melibatkan biro perjalanan, kita berharap promosi event pariwisata FTD 2018 mendatang akan membuahkan hasil," katanya.

Dengan melakukan evaluasi menyeluruh, serta melibatkan pelaku pariwisata seperti, pemilik hotel, restoran, insan yang konsern terhadap nasib Danau Toba, biro perjalanan dan masyarakat sekitar danau, bukan tidak mungkin akan menghasilkan  pelaksanaan  event pariwisata  tidak saja FDT, tetapi akan muncul event-event  wisata lainnya yang dilaksanakan tujuh pemerintah daerah, lingkar danau.

"Even itu  akan lebih baik dilakukan bukan lagi sekali setahun, namun dilakukan  secara rutin  dan hari yang berbeda-beda. Tujuannya disamping melestarikan budaya, juga menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus penyelamatan sejumlah usaha yang saat ini mulai bergairah di Samosir dan lingkar danau, sebelum turis luar negeri datang," paparnya.

Di sisi lain, Sanggam mengakui selama ini masih sangat minim event wisata yang digelar di Danau Toba yang gaungnya secara nasional, maupun internasional.
"Jadi harus dilakukan evaluasi dan merubah orientasi pasar, sehingga sasarannya untuk mendatangkan wisatawan, " tukasnya.

Untuk itu, dia menyarankan agar promosi Danau Toba lebih efektif. Selain promosi di perusahaan media yang jelas segmennya, pemerintah  harus memanfaatkan eksistensi Duta-duta Besar Indonesia di seluruh dunia. " Promosikanlah Danau Toba itu melalui Kedubes kita, saya pikir akan efektif  untuk menjaring wisatawan, " katanya.

Tujuh pemerintah daerah di lingkar Danau Toba juga harus fokus melakukan pembenahan secara global dan jangan sendiri-sendiri.  Pemda harus membuat tata ruang secara integratif dan kolaboratif, sehingga pembenahan dan pembangunan kawasan Danau Toba tidak tumpang tindih. Pemda juga harus berembuk bagaimana cara untuk menyediakan areal untuk disewakan kepada pengusaha untuk mengembangkan wisatawa kuliner.

"Lihat di Bali, di Jimbaran itu  adalah wisatawan kuliner, Pemda yang menyewakan areal ke pengusaha," tutupnya. (G06/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru