Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Katanya Ini Pulau Paling Padat Penduduknya

- Minggu, 25 Maret 2018 12:41 WIB
685 view
Katanya Ini Pulau Paling Padat Penduduknya
SIB/Natalia Guerrero/BBC Travel
Santa Cruz del Islote yang padat rumah dan penduduknya
Santa Cruz del Islote (SIB) -Bayangkan, 500 orang tinggal dalam 115 rumah di pulau yang hanya seluas lapangan sepakbola. Inilah Santa Cruz del Islote, katanya pulau terpadat penduduknya.

BBC Travel, Senin (19/3) menulis dengan judul 'The world's most densely populated isle'. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, yakni pulau yang paling padat penduduknya di dunia.

Perkenalkan, Santa Cruz del Islote. Suatu pulau yang mungkin belum pernah kamu dengar. Terang saja, lokasinya jauh di Kolombia di Amerika Selatan. Tepatnya ada di Laut Karibia, lepas pantai dari daratan utama Kolombia dan masuk dalam kawasan Kepulauan San Bernardo.

Sudah ditempati sejak ratusan tahun silam, Santa Cruz del Islote merupakan pulau buatan manusia yang dibangun di atas karang. Seiring berkembang zaman, maka penduduk yang tinggal di sana makin tak terbendung. Hingga kini tercatat 500 orang lebih tinggal di dalam 115 rumah di pulaunya.

Santa Cruz del Islote hanya seluas lapangan sepakbola alias ukurannya 105 x 68 meter. Tak heran, rumah-rumah di Santa Cruz del Islote sangat-sangat mepet. Hanya terdapat 5 jalan utama yang luas, sisanya gang-gang yang sangat sempit. Karena saking padat penduduknya, kendaraan bermotor pun dilarang di sana.

Santa Cruz del Islote sayangnya tidak memiliki sumber air bersih dan saluran listrik. Mereka bergantung sumber air bersih pada pulau lain. Mereka mendapatkannya dengan cara membeli, atau mencari sendiri sumber air bersih di pulau-pulau kecil. Sedangkan soal listrik, bergantung pada tenaga surya.
"Air adalah emas," begitu perkataan di sana.

Pekerjaan orang-orang Santa Cruz del Islote, kebanyakan adalah sebagai nelayan. Hampir tiap keluarga di sana memang memiliki boat. Mereka akan melaut untuk memancing ikan, yang nanti bisa dimakan atau dijual lagi ke pulau lain. Jika tak jadi nelayan, maka beberapa orang memilih bekerja di pulau lain.

Menariknya lagi, Santa Cruz del Islote tidak memiliki lahan untuk kuburan. Oleh sebab itu, ada pulau kecil tak berpenghuni di dekatnya yang disulap menjadi pulau kuburan. Di pulau itulah, jenazah orang yang meninggal akan dikebumikan.

Soal sampah, pulaunya yang kecil dan sudah padat rumah juga tidak memiliki lahan untuk penampungan sampah. Setiap hari, sudah ada beberapa petugas yang membawa sampah ke penampungan sampah di daratan utama Kolombia.

Hanya ada satu sekolah di sana (semacam sekolah dasar) dengan 12 guru untuk mengajarkan 170 murid. Kelas pembelajaran dibuka dua shift, pagi dan sore.

Namun beberapa tahun ini, para penduduk di Santa Cruz del Islote sama-sama kompak untuk menghidupkan pulaunya dari pariwisata. Mereka menjadi guide, kemudian memandu wisatawan yang datang. Mengajak masuk ke gang sempit sampai berkenalan langsung dengan orang-orang setempat. Bahkan, para wisatawan bisa ikut berenang langsung di sekitar Santa Cruz del Islote. Ada terumbu karang, ikan hingga penyu yang bakal terlihat.

Menuju Santa Cruz del Islote, dapat ditempuh dari kota pesisir Santiago de Tolu. Sedangkan dari Bogota (ibukota negara Kolombia), butuh waktu 1 jam naik pesawat menuju ke Santiago de Tolu. (detikTravel/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru