Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Bencana Alam Pengaruhi Kunjungan Wisata ke Sumut

- Minggu, 13 Januari 2019 15:31 WIB
421 view
Bencana Alam Pengaruhi Kunjungan Wisata ke Sumut
Ilustrasi.
Medan (SIB) -Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Hidayati mengakui, bencana alam yang terjadi diakhir tahun 2018 dan awal 2019 di Sumut, membuat penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Danau Toba dan daerah wisata Sumut lainnya. Faktor bencana alam itu membuat para turis takut berlibur ke sejumlah daerah wisata di Sumut, terutama ke kawasan Danau Toba. "Memang penurunan ini akibat kejadian bencana alam yang terjadi belakangan ini, sehingga mempengaruhi kunjungan jumlah pariwisata di Sumut," katanya kepada wartawan di Medan, Selasa (8/1).

Walaupun begitu, kata dia, pihaknya ke depan akan berusaha untuk meningkatkan kembali kunjungan wisatawan ke Sumut dengan membuat sejumlah program. "Kami akan membuat program serta melakukan penataan destinasi serta membuat fasilitas-fasilitas pendukung, antara lain berupa taman yang menjadi lokasi berswafoto, membuat toilet dan lainnya. Juga meningkatkan kuliner halal," ujarnya.

Selain itu, kata dia, juga akan diadakan beberapa event besar pada tahun ini. Event itu meliputi acara adat pada suatu daerah yang akan dipromosikan kepada wisatawan lokal dan luar negeri. "Sebuah tempat wisata bila hendak dikunjungi oleh ratusan dan bahkan ribuan wisatawan, haruslah dimulai dari sadar pariwisata, atau perlakuan baik dari masyarakat setempat. Sebab saat ini masih ada beberapa wilayah atau tempat wisatawan di Sumut, di mana masyarakatnya masih rendah akan sadar pariwisatanya. Karenanya, kami akan melakukan sadar pariwisata kepada daerah tersebut," katanya.

Tidak hanya mempromosikan pariwisatanya saja, kata dia, pihak juga akan bekerjasama dengan beberapa lembaga lainya untuk dapat mendatangkan para wisatawan ke Sumut sepanjang tahun 2019 ini. "Kami akan melakukan promosi keluar dan dalam negeri sendiri. Tentunya dengan memanfaatkan peran dari industri pariwisata travel, pemandu dan hotel. Mudah-mudahan ini bisa tercapai," katanya.

Selain itu, kata Hidayati, sampah juga menjadi masalah utama bagi dunia pariwisata saat ini. "Banyak wisatawan nusantara dan mancanegara yang peka terhadap kebersihan lingkungan saat ini. Karenanya ke depan kita akan melakukan bekerjasama dengan beberapa investor untuk pengolahan sampah di kawasan Danau Toba dan objek wisata lainnya di Sumut," kata dia.

Sampah-sampah itu, sambungnya, nantinya akan diolah menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi. Tentu ini akan dapat menguntungkan masyarakat yang tinggal di daerah wisata tersebut. "Masalah sampah ini menjadi perhatian serius dalam dunia pariwisata, saat ini. Karenanya dengan program ini ke depan, kita bisa mengatasi masalah sampah di wilayah objek-objek wisata yang ada di Sumut ini nantinya," ujarnya mengakhiri. (A11/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru