Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Tim Sarkopagus Temukan 'Candi Batak' di Samosir

* Selama Ini Disebut 'Pagar Batu', Bentuknya Punden Berundak, Usia Ribuan Tahun
- Minggu, 15 Desember 2019 14:18 WIB
9.574 view
Tim Sarkopagus Temukan 'Candi Batak' di Samosir
SIB/Ist
CANDI BATAK: Tim SAR kopagus antara lain Lucas Partanda Koestoro, Henry Hutabarat, Raya Timbul Manurung, Daulat Situmorang, beserta delegasi keluarga leluhur pemilik candi, berpose di salah satu sisi Candi Pagar Batu, di Desa Pardomuan, kecamatan Simanind
Medan (SIB)
Tim Sarkopagus Indonesia (TSI) menemukan satu 'candi Batak' di satu kawasan hutan perawan desa Pardomuan Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir dalam satu kunjungan riset pada 11-12 November lalu. TSI ini melibatkan unsur pakar dan praktisi dari Balai Arkelologi Sumatera Bagian Utara (Basbu) Medan, Badan Pariwisata Sumatera Utara atau North Sumatera Tourism Board (Bawisda/ NSTB), Sumatera Tourism Promotion Center (STPC), agen travel, dan perwakilan keluarga keturunan pemilik candi.

Tim ini terdiri dari Lucas Partanda Koestoro dari Basbu selaku kordinator tim riset, Ir Raya Timbul Manurung MSc dari Bawisda/NSTB, Ir Henry Hutabarat dari STPB, Anton Louis Pikal agen salah satu perusahaan travel, dan Dr Ir Daulat Situmorang MSi dari kalangan keturunan leluhur keluarga pemilik candi.

"Obyek peninggalan leluhur Batak kuno ini memang betul-betul berupa candi, sehingga disebut 'Candi Batak' yang selama ini disebut Pagar Batu. Selain karena obyeknya memang terdiri dari bebatuan alam murni sebagai obyek budaya megalit, juga karena berbentuk 'punden berundak' seperti candi-candi yang ada di Pulau Jawa atau Bali. Obyek ritual kuno ini disebut Pundan Berundak karena bangunan batu itu serba bertingkat dari atas hingga puncak. Candi Batak atau Pagar Batu ini sendiri terdiri dari tiga tingkat, dengan usia diperkirakan sudah ribuan tahun," ujar Lucas Partanda kepada pers di Medan, Senin (9/12).

Dia mencetuskan hal itu di sela-sela acara presentasi hasil survei lokasi dan kunjungan Tim Sarkopagus, di aula Cendana Gedung Kenanga Garden di kawasan Simpang Selayang Medan. Presentasi itu sebagai tindak lanjut rapat kordinasi dan diskusi detil candi pada Rabu (4/12) pekan lalu di sekretariat Bawisda/ NSTB.

Sementara ini, ujar Lucas yang juga mantan kepala Basbu Medan itu, Pagar Batu adalah candi Batak pertama yang ditemukan secara resmi sebagai obyek megalit kawasan Danau Toba. Selama ini, Pagar Batu hanya dikenal dengan sebutan situs budaya peninggalan adat dan budaya Batak kuno.

Bagian bawah atau altar dasar batu atau candi Pagar Batu itu adalah areal pemukiman (huta) warga pemilik candi atau leluhur dari marga Situmorang. Tingkat kedua disebut Bontean atau rumah khusus kepala rumah tangga. Tingkat ketiga adalah semacam posko pantau atau Panatapan yang menghadap Danau Toba, dan tingkat keempat atau bagian puncak adalah area ritual atau pemujaan bagi kaum leluhur, yang kemudian dijadikan kompleks makam leluhur marga tersebut (Situmorang).

Sembari menunjukkan peta candi yang diverifikasi pihak Tim Sarcopagus, Lukas dan Raya Timbul menyebutkan ada tujuh item penguatan fakta yang memperkuat kriteria obyek megalit Batak itu sebagai candi asli. Ke-7 item itu adalah: adanya tiang batu Bontean, titik lokasi yang diperkirakan sebagai tiang batu (alas candi), kotak ekskavasi, bebatuan yang dipahat sehingga berbentuk punden berundak (bertingkat), lesung batu (losung), jalan setapak yang mendaki, dan kontur candi.

Ke-7 item megalit itu juga meliputi belasan sub-obyek candi, misalnya rumah adat Batak (milik keluarga atau leluhur marga Situmorang), gua 'pertemuan khusus' (liang marlangkup), terowongan batu (menuju liang marlangkup), makam leluhur atau Batu Parholian, tembok pemujaan (Parik Debata), Batu Pangulubalang semacam posko keamanan kampung, tempat ritual sesajen (Pardembanan), lesung cuci kaki, gapura desa (Harbangan), pos jaga huta atau Pagar Batu, pintu keluar atau Pagar Bolak yang seluruhnya terbuat dari batu.

"Temuan Tim Sarcopagus tentang Candi Batak ini langsung kami sebar ke sejumlah instansi terkait seperti Badan Otorita Danau Toba (BOPDT), Menteri Pariwisata, biro pemasaran wisata di tiga negara IMT GT atau MITTAs, dan lainnnya, menunggu jadwal riset lanjut atau survei finalnya sebagai obyek wisata baru di sektor cagar budaya di Sumurt, khususnya kawasan Danau Toba," ujar Lucas dan Raya Timbul, disaksikan Henry Hutabarat dan Daulat Situmorang. (M04/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru