Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026
Calon Investor Tinjau karo Volcano Park

Pasca Erupsi Sinabung, Karo Bisa Lampaui Merapi Raih 1 Juta Turis

Redaksi - Minggu, 26 Januari 2020 11:33 WIB
230 view
Pasca Erupsi Sinabung, Karo Bisa Lampaui Merapi Raih 1 Juta Turis
SIB/Frans Sihombing
KITEKAMBING : Potret Gunung Sinabung yang tampak jelas dari jembatan Kitekambing di desa Perbaji,yang baru selesai dibangun permanen pasca erupsi Sinabung. Dari jembatan ini juga tampak bendung kendali      lahar dengan
Objek destinasi wisata di sekitar enam gunung api di Tanahkaro, khususnya sejak pasca erupsi Gunung Sinabung belakangan ini dinilai berpotensi besar dijadikan objek wisata alam (geowisata) yang bisa melampaui atau melebihi potensi dan prospek wisata Gunung Merapi di Jawa Tengah, yang selama ini mampu meraih kunjungan turis domestik hingga 1 jutaan orang pertahunnya.

Praktisi bisnis wisata di Medan, dr Anna Mariulina Bukit dan Drs Tenang Malem Tarigan SE Ak dari grup AMIK Yanada Holidays menyebut, potensi pelancong domestik ke objek-objek wisata pasca erupsi, secara prospektif juga akan mempengaruhi minat kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (Wisman) yang selama ini telah terealisir di destinasi wisata volcano Gunung Merapi, ekowisata Gunung Tangkuban Perahu (Jawa Barat) dan geowisata Gunung Bromo di Jawa Timur.

"Kalau Gunung Merapi yang hanya satu gunung pasca erupsi dengan kemasan wisata volcano plus museum kegunung-apian yang sengaja dibangun di kawasan itu, saat ini (2019) bisa meraup kunjungan 1 juta turis domestik, maka Karo Volcano Park yang punya enam gunung api di satu kawasan (kabupaten) tentu bisa meraih lebih, baik jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara," katanya kepada pers di Medan, Minggu (19/1).

Ke-6 gunung api di Karo itu adalah Gunung Sibayak, Gunung Pintau yang disebut kembaran Gunung Sibayak, Gunung Barus (ketiganya berada di posisi satu garis elevatik), Gunung Sibuaten yang berdekatan secara lintang horizontal dengan Gunung Sipiso-piso dan Gunung Sinabung yang terposisi agak jauh di tengah-tengah lima gunung lainnya. Dari ke-6 gunung api itu, hanya Gunung Sinabung yang masih aktif dan rawan erupsi, sedangkan lima gunung lainnya 'sudah mati' atau post volcano, yang secara geologis disebut objek gunung terkait gunung api.

Mereka mengutarakan hal itu ketika meninjau langsung objek-objek pasca erupsi Gunung Sinabung di Tanahkaro, yang tengah dipersiapkan sebagai item-item wisata Karo Volcano Park. Selaku calon investor, Anna Bukit dan Tenang Tarigan langsung menjajaki potensi ekonomi dengan berinteraksi kepada sejumlah pelaku bisnis lokal di sepanjang rute tinjauan.

Bersama kordinator Tim Volcano Park Ir Jonathan Ikuten Tarigan, mereka bertanya langsung tentang jumlah pelancong atau turis yang datang belanja ke warung-warung pedagang buah setempat, kantin atau kedai kuliner lokal seperti warung pola (minuman khas air nira atau gula aren) di Desa Perbaji, warung pulut dan tape di Desa Sukandebi dan lainnya.

Tim peninjau itu terdari dari Jonathan Tarigan (geolog dan konsultan pariwisata nasional), Bangsi Sitepu (wiraswasta), Karal Tarigan, Rally Tarigan dari Komunitas Promowisata UI, Anna Mariulina Bukit, dan Tenang Malem Tarigan.

Objek-objek yang ditinjau adalah areal kaldera Toba di sepanjang jalan Doulu, perladangan sayur (objek agrowisata) di jalan Udara Berastagi menuju Simpang Empat, areal tatap erupsi Gunung Sinabung di zona aman Desa Perteguhen, danau baru bentukan erupsi Sinabung di Lau Borus Desa Sukanalu, jembatan Kitekambing di Desa Perbaji di lintasan bendung lahar Sinabung (baru selesai dibangun permanen), sungai hamparan lava yang lebar dengan tebaran batu-batu hempasan erupsi di Desa Gurukinayan, dan sebagainya.

Tim juga meninjau satu unit bangunan yang disebut 'Rumah Manado di Tanahkaro', milik seorang pengusaha asal Desa Gamber yang terbilang sukses di Papua, dan kawin dengan wanita asal Manado. Mereka juga meninjau sejumlah desa yang sudah tampak kosong total ditinggalkan penduduk pasca erupsi, antara lain di Desa Berastepu, Sukanalu, Gamber, Kutarayat dan Tigakicat. Tampak 2-3 warga tani setempat masih mendiami rumah yang kebetulan berada di pintu masuk desa.

"Kampung-kampung kosong ini tampak ramai ketika didatangi para pengunjung dari Medan atau kota lainnya di Indonesia. Ada juga beberapa turis asing yang serius memotret desa kosong ini dan gunung (Sinabung) dari dekat," ujar Panitra Tarigan, seorang warga setempat. (M04/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru