Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

70% Industri Pariwisata Terancam Gulung Tikar Dihantam Corona

* Pengusaha Minta Dana Pemerintah Buat Hidupkan Pariwisata
Redaksi - Rabu, 20 Mei 2020 10:59 WIB
286 view
70% Industri Pariwisata Terancam  Gulung Tikar Dihantam Corona
Foto: Ari Saputra
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Industri pariwisata berdarah-darah menghadapi tekanan pandemi Covid-19. Sebab merebaknya virus corona membuat sektor usaha tersebut terpaksa tutup sementara. Akibatnya 70% pelaku industri ini terancam gulung tikar alias tutup permanen.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy menyebut, pelaku industri pariwisata khususnya yang berskala kecil terancam gulung tikar karena kehabisan uang.

"Bisa 60% sampai 70% gulung tikar. Itu merata di seluruh Indonesia. Sekarang sudah teriak mau bagaimana," kata dia, Selasa (19/5).
Dia menjelaskan, selagi tak bisa beroperasi pelaku industri pariwisata tetap harus membayar berbagai hal, termasuk hak pegawai. Pada akhirnya mereka kehabisan sumber daya.

Karena itu, ketika nanti kegiatan usaha pariwisata sudah dapat dibuka kembali, banyak yang tidak mampu karena tidak mempunyai dana.

"Sekarang kalau dibuka itu industri pun mungkin nggak punya duit, banyak yang nggak punya duit, sudah habis-habisan, bayar karyawan, bayar ini, bayar itu, nggak ada modal," sebutnya.

Mengenai kerugian yang dialami selama kegiatan pariwisata ditutup, dia mengaku tak ingat angkanya. Tapi yang jelas kondisi tersebut membuat pelaku usaha berdarah-darah.

"Angkanya pun saya sudah lupa. Pokoknya sudah berdarah-darah lah," tambah Didien.

MINTA DANA
Sehubungan dengan itu, kata Didien, pelaku industri pariwisata membutuhkan dana talangan dari pemerintah untuk memulai kembali bisnisnya begitu pandemi Covid-19 melandai.

"Maka itu, menurut saya supaya industri ini jalan kembali perlu diberikan dana talangan oleh pemerintah, supaya geliat usaha itu bisa jalan," kata dia.

Untuk saat ini, lanjut Didien, pihaknya memang belum mengajukan hal tersebut ke pemerintah karena memahami kondisi yang sedang terjadi.

"Kita dukung dulu pemerintah untuk menyelesaikan corona itu. Kita ke situ dulu konsentrasi kita karena polanya di situ, biang keroknya lah istilahnya, biang keroknya di corona. Tapi kalau corona sudah down, sudah landai grafiknya ya baru kita juga berpikir," ujarnya.

Setelah kondisi sudah membaik usai pandemi Covid-19, pihaknya berharap ada dukungan pemerintah untuk menghidupkan kembali industri pariwisata.

"Tapi kita sudah berpikir sekarang bagaimana menghidupkan perusahaan-perusahaan ini, baik kecil maupun menengah, terutama UMKM dan lain-lain," tambah Didien. (detikfinance/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru