Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Pemkab Optimalkan Objek Wisata

- Minggu, 07 Desember 2014 16:49 WIB
444 view
Lebak (SIB)- Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, akan berupaya mengoptimalkan potensi objek wisata di wilayahnya guna mendongkrak pendapatan asli daerah.

"Kita selama ini pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata relatif rendah hanya Rp200 juta/tahun," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lebak Syahida di Lebak, Senin.

Menurut dia, sebetulnya potensi objek wisata Kabupaten Lebak bisa mendunia jika digali secara maksimal.

Kabupaten Lebak memiliki objek wisata suku asing yakni masyarakat Baduy yang tinggal di kawasan Gunung Kendeng.

Objek wisata suku asing itu hingga kini belum terdapat sarana dan prasarana untuk penginapan para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Objek wisata suku asing itu, kata dia, memiliki daya tarik sendiri karena kehidupan mereka masih mempertahankan adat setempat.

"Masyarakat Baduy menolak kehidupan modern, seperti memiliki kendaraan, televisi, penerangan listrik maupun jalan bagus di kawasan pemukiman mereka," katanya.

Selain itu, ujar dia, pesisir Pantai Sawarna tidak kalah menarik dengan pantai lain di Pulau Jawa.

Sebab banyak warga asing mengunjungi lokasi itu untuk bermain selancar, namun tidak dilengkapi sarana dan prasarana.

Padahal, ujar dia, Pantai Sawarna bisa mengalahkan objek pesisir pantai di Pulau Bali.

Kelebihan Pantai Sawarna, selain masih "perawan" alamnya, juga deburan ombak cukup besar karena letaknya berada di Perairan Samudera Hindia.

"Kami berkomitmen untuk menggali objek wisata itu agar bisa mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara," katanya.

Menurut dia, jumlah objek wisata lainnya di Kabupaten Lebak antara lain Goa Lalay, Pantai Karang Taraje, Pantai Cihara, Arung Jeram, Goa Sangkir, Kawah Cipanas, Pemandian Air Panas, Air Terjun Cihear, Air Panas Seneng Hati, Pantai Bagedur, Pantai Binuangen dan Pantai Tanjung Panto.

Selain itu juga Pantai Karang Malang, Pantai Pulau Manuk, Pantai Ciantir, Pantai Cimandiri, Pantai Cibobos, Curug Kanteh, dan Curug Indihiyang.

Namun, semua objek wisata itu yang banyak dikunjungi adalah kolam renang air panas dengan PAD sekitar Rp200 juta/tahun.

"Kami ke depan akan mengoptimalkan objek wisata dalam upaya mendongkrak PAD," ujarnya.

Kepala Bidang Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Yahya Sukmana mengatakan pemerintah daerah akan mempercepat pembangunan industri pariwisata melalui regulasi kerja sama dengan investor.

Sebab potensi pariwisata hingga kini belum dikembangkan secara optimal akan dijadikan sebagai salah satu tumpuan ekonomi daerah yang selama ini bergantung hanya pada sektor pertanian dan perkebunan.

Selama ini, potensi ekonomi sektor pariwisata tidak terkelola dengan baik karena pemerintah memprioritaskan penggunaan anggaran untuk pembangunan infrastruktur.

"Kami berharap melalui regulasi itu ke depan banyak para investor yang menanamkan modalnya di sektor pariwisata," katanya. (Ant/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru