Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Survei SMRC: 80% Masyarakat Percaya KPU Mampu Selenggarakan Pilpres

- Senin, 11 Maret 2019 16:48 WIB
554 view
Jakarta (SIB)-Di tengah beragam hoaks dan serangan pada KPU, ternyata kepercayaan masyarakat pada penyelenggara pemilu tetap tinggi. Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) merilis tingkat kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu sangat tinggi.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan survei tersebut dilakukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memiliki hak pilih dalam pemilu sekitar 1.620 responden. Survei itu dilakukan pada 24-31 Januari 2019 dengan margin of error 2,65 persen. Metode survei tersebut dilakukan dengan cara wawancara tatap muka.

SMRC membagi dua penilaian untuk Pileg (Pemilu) dan Pilpres. Sementara pilihan jawabannnya ada 4 yang ditanyakan kepada responden: Sangat yakin, cukup yakin, kurang yakin, tidak yakin sama sekali, dan sisanya tidak menjawab atau tidak tahu.

Hasilnya, untuk penilaian pada KPU menyelenggarakan Pilpres: Sangat yakin (13%), cukup yakin (66%), kurang yakin (11%), tidak yakin sama sekali (1%), tidak jawab (9%). Akumulasi sangat yakin dan cukup yakin menjadi 79% yakin.

Sementara khusus untuk Pilpres, hasilnya: Sangat yakin (12%), cukup yakin (68%), kurang yakin (10%), tidak yakin sama sekali (1%), tidak jawab (9%). Akumulasi sangat yakin dan cukup yakin menjadi 79%. Akumulasi sangat yakin dan cukup yakin menjadi 80%.

"Publik umumnya percaya pada KPU dan Bawaslu bahwa mereka bisa menjalankan kewajibannya sesuai dengan undang-undang," ucap Deni di Kantor SMRC di Jalan Cisadane, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).

SMRC kemudian mengukur penilaian berdasarkan 3 isu. Pertama, isu 7 kontainer surat suara tercoblos pasangan calon Jokowi-Ma'ruf. Hasilnya (hanya dalam 2 pilihan): Percaya (4%), tidak percaya (61%), tidak tahu/jawab (35%).

"Isu 7 kontainer dari China di dalamnya terdapat masing-masing 10 juta lembar surat suara pemilihan presiden yang sudah dicoblos untuk pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, 61 persen tidak percaya," terangnya.

Begitu juga isu KPU tidak netral. Hasil survei menunjukkan: Percaya isu tersebut (13%), tidak percaya isu itu (56%), tidak tahu/jawab (32%). Terakhir isu kotak suara kardus yang mempermudah kecurangan dalam Pemilu 2019. Sebanyak 34% percaya, 36% tidak percaya, dan 30% tidak tahu atau tidak jawab.

"Pemakaian kotak suara dari kardus mempermudah kecurangan dalam Pemilu 2019, 34 persen percaya, semantara 36% responden tidak mempercayai isu tersebut," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Deni juga memaparkan hasil survei mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap Bawaslu dalam pengawasan Pemilu Legislatif 2019. Hasilnya, 79% masyarakat yakin Bawaslu mampu, 11% tidak yakin dan sisanya tidak menjawab.
"Sementara untuk Pilpres, 68 persen cukup yakin, hanya 10 persen yang kurang yakin dengan kemampuan Bawaslu mengawasi Pilpres," tutupnya. (Kumparan/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa