Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Pemerintah Petakan Riset Perguruan Tinggi

Riset dan Inovasi Tingkatkan Daya Saing
- Senin, 23 Mei 2016 18:11 WIB
295 view
Pemerintah Petakan Riset Perguruan Tinggi
Yogyakarta (SIB)- Pemerintah melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sedang melakukan pemetaan riset di perguruan tinggi.

"Pemetaan tersebut akan menghasilkan pemetaan unggulan perguruan tinggi. Pemetaan itu diharapkan selesai pada akhir tahun 2016," kata Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemristekdikti Ocky Karta Radjasa di Yogyakarta, Jumat.

Di sela lokakarya Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari), Ocky mengatakan melalui pemetaan itu nanti akan diketahui unggulan yang dimiliki satu perguruan tinggi.

"Masyarakat secara otomatis juga akan mengetahui keunggulan tiap-tiap perguruan tinggi di Indonesia," katanya.

Menurut dia, ada indikator untuk mengukur keunggulan masing-masing perguruan tinggi, antara lain jumlah jurnal yang terindeks, jumlah publikasi pada jurnal internasional, jurnal yang terakreditasi nasional, buku ajar, prototipe hasil penelitian, dan HAKI yang dimiliki.

"Saat ini juga sedang disusun Rencana Induk Nasional (RIN) di bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat," kata Ocky.

Ia mengatakan sesuai UU Nomor 12/2012, 30 persen dari total dana Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) sebesar Rp1,365 triliun wajib dikucurkan untuk kegiatan riset perguruan tinggi dengan beberapa bidang prioritas yang akan dicantumkan dalam RIN.

Bidang prioritas riset itu antara lain kesehatan dan obat-obatan, energi dan energi terbarukan, transportasi dan manajemen maritim, ketahanan pangan, pertahanan dan teknologi pertahanan, serta sosio humaniora dan pendidikan.

"Sampai saat ini kami masih menerima berbagai usulan agar beberapa bidang dimasukkan. Misalnya soal lingkungan," katanya.

Ketua Umum Hildiktipari Suhendroyono mengatakan peringkat perguruan tinggi di Indonesia di masa mendatang akan ditentukan oleh kualitas penelitian dosen sehingga Hildiktipari sebagai wadah perguruan tinggi bidang pariwisata perlu memberikan pembekalan bagi para anggotanya melalui lokakarya.

"Lokakarya itu untuk seluruh dosen pariwisata se-Indonesia. Lokakarya dibuka oleh Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta Bambang Supriyadi sebagai bentuk dukungan kepada dosen pariwisata," kata Suhendroyono yang juga Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta.
RISET DAN INOVASI TINGKATKAN DAYA SAING

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan Hari Kebangkitan Nasional harus dijadikan momentum kebangkitan riset nasional.

"Kami mengambil momentum Hari Kebangkitan Nasional ini sebagai kebangkitan dalam bidang teknologi dan inovasi," ujar Menristekdikti usai peresmian Taman Sains dan Teknologi Kopi dan Kakao di Jember,  Jawa Timur, Jumat.

Teknologi dan inovasi, tambah dia, harus menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing bangsa.

Nasir mengatakan pihaknya mendorong agar lebih banyak produk riset inovasi yang masuk ke dunia industri.

Saat ini, baru ada sekitar delapan persen dari 701 inovasi selama 2010 hingga 2015 yang dijadikan industri.

"Jumlah tersebut terbilang kecil jika dibandingkan hasil riset."
Idealnya, ada 15 hingga 20 persen hasil riset yang dihilirisasi. Pemerintah pada tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp1,4 triliun yang digunakan untuk riset.

"Sekarang pola pikirnya harus diubah. Tidak hanya cukup riset tapi harus bermanfaat langsung pada masyarakat," papar dia.

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) yang didirikan pada 1 Januari 1911 dengan nama Besoekich Proefstation ini tumbuh berkembang menjadi pusat penelitian yang unggul, inovatif dan berdaya saing.

Puslitkoka ditetapkan oleh Menteri Riset dan Teknologi sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kakao (2012) dan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kopi (2013).
Taman Sains dan Teknologi Kopi dan Kakao  yang digagas oleh Puslitkoka merupakan kawasan yang dikelola untuk menginisiasi serta menyalurkan hasil-hasil inovasi teknologi hulu sampai dengan hilir. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru