Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026
Dewan Pendidikan Medan :

Sekolah Menengah Terbuka Bantu Warga Miskin

- Senin, 21 April 2014 14:58 WIB
291 view
Sekolah Menengah Terbuka Bantu Warga Miskin
Medan (SIB)- Dewan Pendidikan Kota Medan, Dr Mutsohito Solin, MPd  mengatakan, wacana pemerintah akan mendirikan Sekolah Menengah Terbuka (SMT)  di tanah air bertujuan membantu warga miskin agar bisa mengecap pendidikan di sekolah tersebut.

"Program pendidikan khusus Sekolah Menengah Atas (SMA) ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) rakyat Indonesia yang berada di perkotaan dengan di daerah terpencil," katanya di Medan, Minggu.

Sehingga, lanjutnya, tidak ada lagi warga Indonesia yang tidak mengecap pendidikan di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), meski melalui pendidikan yang diberi nama SMT atau sistem belajar secara jarak jauh (online).

"Yang penting, seluruh remaja Indonesia harus mengenyam pendidikan  Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan ini adalah program wajib belajar (Wajar) 12 tahun yang telah diterapkan Pemerintah," ucap Mutsuhito.

Dia menyebutkan, program pendidikan SMT ini harus didukung dan disambut baik, karena bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Apalagi, jelasnya, sebahagian rakyat Indonesia yang tinggal di daerah pedalaman, kemungkinan tidak ada Sekolah Menengah Atas (SMA), dan melalui program SMT ini mereka bisa melanjutkan pendidikan.

Selain itu, juga karena keterbatasan daya tampung SMA di suatu daerah, sehingga banyak lulusan SLTP tidak bisa melanjut ke SLTA.

"Pendidikan dan mata pelajaran di SMT tersebut, juga sama dengan yang dilaksanakan SMA, dan tidak ada perbedaan," ujar staf pengajar pada Universitas Negeri Medan (Unimed).

Bahkan, ujarnya, Program SMT itu juga dibentuk Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  (Kemendikbud).

Mutsohito menambahkan, pendidikan di SMT ini, juga menampung bagi warga miskin yang tidak mampu dan juga memiliki perekonomian menengah ke bawah.

"Jadi, seluruh anak remaja di Indonesia telah bisa sekolah di SMA, dan tidak ada alasan masyarakat di suatu daerah yang menyebutkan belum lagi dibangun pemerintah gedung SMA," kata Ketua Dewan Pendidikan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah membuka Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka di lima provinsi. SMA Terbuka ini digunakan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) SMA yang masih 76,01 persen.

Model penyelenggaraan SMA Terbuka ini ada tiga pengembangan, yakni dominan online, balance online dan tatap muka serta dominan tatap muka.  

Pengembangan sistem pembelajaran mandiri dengan mengkombinasikan sistem belajar jarak jauh dengan internet dan tatap muka. (Ant/c)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 21 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru