Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Ratusan Guru Laporkan Panitia PLPG ke Dewan

- Senin, 20 Januari 2014 12:47 WIB
669 view
Ratusan Guru Laporkan Panitia PLPG ke Dewan
SIB/int
Ilustrasi
Cianjur (SIB)- Ratusan guru Sekolah Dasar di Cianjur, Jabar, melaporkan panitia Pendidikan  Pelatihan Profesi Guru (PLPG) ke DPRD Cianjur dan DPR-RI karena  kegiatan tersebut diduga penuh kecurangan.

Bahkan ratusan guru yang dinyatakan tidak lulus dalam kegiatan tersebut, menduga kegiatan tersebut sarat dengan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) karena sejumlah peserta yang tidak memenuhi syarat dan tidak mengikuti sejumlah Uji Kompetensi Guru (UKG) dinyatakan lulus.

Koordinator peserta PLPG Cianjur, R Wahyu, Kamis, menyebutkan, tuntutan guru SD sebanyak 300 orang itu, telah disampaikan ke DPRD Cianjur, selanjutnya akan disampaikan ke DPR RI untuk ditindaklanjuti.

Pasalnya dia dan ratusan guru lainnya, melakukan hal tersebut karena ketika mengeluh ke Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Dinas pendidikan (Disdik) Cianjur tidak mendapat tanggapan sama sekali.

"Kami akan menuntut hak kami sebagai guru karena kegiatan PLGP ini penuh dengan kecurangan dan semua bukti sudah kita kumpulkan," katanya.

Sementara itu, sejumlah guru mengaku syok dan malu karena dinyatakan tidak lulus meskipun mereka telah menempuh semua prosedur dan  melengkapi semua persyaratan.

Salah satunya, Ema Hermawati (42) guru di salah satu SD di Kecamatan Cibeber terkena serangan strock setelah mendapatkan kabar dia tidak lulus setelah mengikuti pelaksanaan PLPG di Universitas Pasundan, Bandung, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, banyak guru lainnya yang mengalami depresi karena merasa tertipu dan diduga banyak kecurangan dalam kegiatan tersebut.

"Saya yakin akan lulus untuk mendapatkan sertifikasi karena sudah memenuhi syarat dan telah lulus mengikuti UKG sebelum PLPG dilaksanakan. Akibat tidak lulus saya banyak mendapatkan hinaan dari rekan-rekan guru karena tidak lulus," ucapnya.

Selain itu, tambah dia, pernah ditawari oknum panitia dari Unpas Bandung, jika ingin lulus ada ujian susulan, namun harus menyediakan sejumlah uang mencapai Rp7 juta.

"Karena yakin dengan kemampuan yang saya miliki, sudah mengikuti pelatihan segala, saya tolak permintaan oknum tersebut. Anehnya, banyak guru yang tidak memenuhi syarat dan tidak mengikuti UKG bisa lulus dengan mudah," ujarnya.

Guru lainnya, Dayat (40) warga Kampung Sindangpalay, Desa Cindangjaya, Kecamatan Gunung Halu, Bandung Barat (KBB), yang bergabung dengan guru di Cianjur akan menuntut hal yang sama.

Dia mengaku, dari KBB ada 30 peserta yang lulus dan 3 orang belum lulus. Bahkan dari 3 orang itu, satu orang meninggal dan diduga serangan jantung karena beban mental saat dinyatakan tidak lulus.

"Yang tidak lulus sempat ditawari kelulusan dengan dengan syarat menyediakan uang sebesar Rp7 juta. Untuk kelulusan UTN,  kalau untuk kelulusan UTL dimintai Rp4 juta, jadi jumlahnya Rp11 juta," kata guru di SDN 1 Cialangari, KBB. (Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru