Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Angka Kelahiran Tinggi, Disdik Batam Kesulitan Sediakan Sekolah

- Senin, 20 Januari 2014 12:48 WIB
569 view
Angka Kelahiran Tinggi, Disdik Batam Kesulitan Sediakan Sekolah
SIB/int
Ilustrasi
Batam (SIB)- Dinas Pendidikan Kota Batam kesulitan menyediakan sekolah yang memadai untuk menampung seluruh anak usia sekolah meski setiap tahun terus membangun gedung baru, lantaran tingginya angka kelahiran.

"Jumlah anak usia sekolah di Batam sangat tinggi, rata-rata mencapai 13 ribu dari sekitar 1-1,2 juta penduduk Batam, terus terang ini membuat kami sulit," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, setiap tahun terus membangun sekolah SD dan SMP agar anak usia sekolah (tujuh tahun) bisa tertampung. Namun dalam kenyataannya mereka masih harus berbagi kelas.

"Dengan kondisi seperti ini jangankan meningkatkan kualitas pendidikan. Menyediakan sarana pendidikan sampai SMP saja kami masih kesulitan, jadi wajar jika kualitas pendidikan begini-begini saja," kata dia.

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan Kota Batam, jumlah penduduk Batam bertambah sekitar 100 ribu jiwa per tahun disumbang dari pendatang baru sekitar 65 persen dan kelahiran sekitar 35 persen.

"Setiap tahun setidaknya ada lima sekolah negeri di bangun. Namun setiap tahun ajaran baru selalu terjadi masalah, karena semua orangtua ingin anaknya sekolah di sekolah negeri," kata Muslim.

Selain sekolah baru, kata dia, Disdik Batam juga membangun ruang kelas baru (RKB) sehingga sekolah yang sudah berdiri mampu menampung lebih banyak siswa.

"RKB yang dibangun sebagian besar untuk sekolah dasar (SD). Sebagian lain untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas SMP. Tahun 2013 ada puluhan dibangun, tahun ini kami targetkan 100 ruang kelas baru," kata dia.

Ia mengatakan, dana pembangunan ruang kelas baru tersebut dianggarkan dari APBD Kota Batam dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat.
"Dana pembangunan sebagian besar bersumber dari APBD Kota Batam. Untuk DAK sebesar Rp13 miliar, namun sebagian besar diperuntukan untuk pembelian buku," kata dia.

Muslim mengatakan, meski di Batam banyak sekolah swasta, hanya sebagian kecil yang eksis dan banyak peminatnya karena orangtua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri yang gratis.

"Saat ini banyak pengelola sekolah swasta mengeluh karena kurang murid karena orangtua siswa ngotot menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri dan tidak mau menyekolahkan ke swasta," kata Muslim. (Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru