Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

SMKN 2 Rantauprapat Dituding Kutip Rp200.000 Tebus SKHU

- Senin, 30 Juni 2014 17:14 WIB
652 view
 SMKN 2 Rantauprapat Dituding Kutip Rp200.000 Tebus SKHU
Rantauprapat (SIB)- Pengutipan masih saja terjadi di sekolah meski dilarang pemerintah. Dugaan pungli sebesar Rp200.000 per siswa/i berlangsung di SMK Negeri 2 Rantau Utara, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, terhadap murid-murid yang membutuhkan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU). Sejumlah anak kelas XII mengeluhkan besarnya kutipan.

"Masya untuk SKHU saja 200 ribu.  Untuk nebus ijazah berapa lagi nanti? Yang betul sajalah," tukas salah seorang orangtua murid, Jumat (27/6).

Pungli di sekolah favorit itu disebut dilakukan pegawai tata usaha. Ada 215 murid yang telah lulus ujian nasional (UN) akan membutuhkan SKHU untuk melanjut ke perguruan tinggi. Sudah banyak yang telah menebus SKHU di sekolah kejuruan tersebut.

Namun Kepala SMKN 2 Rantau Utara Kesmar Panjaitan membantah pungli Rp200.000 dari murid di sekolah yang dipimpinnya.

"Itu tidak benar. Entah adapun saya nggak tahu. Tapi kalau ada yang ngasih tidak dipatok," katanya menjawab SIB, Sabtu (28/6) malam, melalui telepon seluler.

Menurut dia, kalau ada yang memberi itu hanya uang terimakasih. "Ada juga yang tega tidak mengasih," ungkapnya, seraya menyebut sudah separoh muridnya yang telah mengambil SKHU.

Dia menambahkan, yang membagikan SKHU di SMKN 2 Rantau Utara adalah Ibu Nila Hasibuan, bagian tata usaha. "Ibu Nila yang membagikan. SKHU difotocopy lalu dileges, saya yang teken," sebutnya.

Namun demikian, tentang informasi Pungli di sekolah ini, Kasek Kesmar Panjaitan menyatakan siap diperiksa. "Saya siap. Siap kalau dikonfrontasi," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Labuhanbatu Drs H Iskandar menegaskan akan menindak tegas kepala-kepala sekolah dan tata usaha yang melakukan pengutipan dari murid dengan dalih apapun.

"Bila terbukti, akan kita tindak tegas kepala-kepala sekolah dan tata usaha yang melakukan pengutipan dari murid, apapun alasannya," tegas Iskandar. (D9/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru