Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

UNPRI Siapkan Diri Hadapi Revolusi Industri 4.0

* UNPRI-UUM Kerjasama Gelar ICIS
- Senin, 10 Desember 2018 20:05 WIB
410 view
UNPRI Siapkan Diri Hadapi Revolusi Industri 4.0
SIB/Dok
Medan (SIB) -Dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) telah mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan berbagai hal, salah satunya menjalin kerjasama dengan Universitas Utara Malaysia (UUM) dan menggelar "The 7th International Confference on International Study", di Aula UNPRI, Jalan Ayahanda Medan, Jumat (7/12).

Acara "The 7th International Confference on International Study" (ICIS) 2018 tersebut dihadiri Wakil Menteri Transportasi Malaysia Datuk Kamarudin Jaffar, Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin S MSi, Konsulat Jenderal Malaysia di Medan Encik Amizal Fadzli bin Rajali, Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Echrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH Unpri Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji SPd MEng Prac, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said Rizal SH MA, WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT, Direktur Pascasarjana UNPRI Dr Azharudin SH MKn dan jajarannya, serta Vice Chancellor UUM Prof Dr Ahmad Bashawir Haji Abdul Gani dan jajarannya.

Rektor UNPRI Chrismis Novalinda Ginting MKes mengatakan, saat ini kita menghadapi era revolusi industri 4.0, dimana sebagian besar perusahaan menggunakan teknologi untuk menjual produk mereka secara online. Teknologi tersebut juga digunakan secara massif di tengah kehidupan, termasuk dalam sektor pendidikan.

Menurutnya, era revolusi ini akan terus menghadirkan banyak perubahan yang tidak bisa dibendung. Di dalam dunia perguruan tinggi fenomena ini dapat dilihat dari berkembangnya riset-riset kolaborasi antara peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai perguruan tinggi.

"Oleh karenanya, UNPRI sudah bersiap diri dalam menghadapi hal ini. Berbagai hal telah disiapkan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 ini. Salah satunya dengan pengembangan kerjasama dengan perguruan tinggi lain, seperti antara UNPRI dengan UUM. Dan pelaksanaan 'The 7th International Conference on International Study' adalah bentuk implementasi dari kerjasama tersebut," jelasnya.

Rektor UNPRI juga berharap, dengan digelarnya International Conference on International Study ini dapat melahirkan gagasan-gagasan baru yang brilian di dalam bidang ekonomi, teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Vice Chancellor UUM Prof Dr Ahmad Bashawir Haji Abdul Gani menyampaikan terimakasih kepada UNPRI, karena komitmen kerjasama antara UUM dan UNPRI pada tiga tahun lalu dapat terus dikembangkan dalam tahap kerjasama yang berkelanjutan, dengan berasaskan tujuan-tujuan akademik, yang profesional serta berpegang teguh pada nilai-nilai integritas di dalamnya.

"Hubungan kerjasama antara UUM dan UNPRI merupakan sebuah bentuk rangkaian diplomasi yang dijalankan melalui pendekatan universiti to universiti (U to U) khususnya di bidang pendidikan tinggi yang dijalankan melalui kegiatan-kegiatan akademik yang produktif.

Dia juga menyampaikan, PM Malaysia Mahatir Muhammad memiliki keinginan kuat agar hubungan bilateral, khususnya institusi perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia dapat ditingkatkan lebih erat lagi. Sesuai dengan kebijakan Presiden RI, melalui Menteri Riset dan Teknologi yang ingin universitas kedua negara saling berkolaborasi.

Sementara itu, Wakil Menteri Transportasi Malaysia yang menjadi Keynote Spech dalam ICIS 2018 tersebut mengatakan sangat gembira dapat hadir mewakili kerajaan Malaysia sebagai tamu di acara UUM-UNPRI untuk menyaksikan perjanjian kerjasama yang konkrit untuk sama-sama melahirkan ijazah pascasarjana.
"Ini suatu perkembangan yang baru dan signifikan, saya pikir pertama kali antara UNPRI dan UUM mengadakan kerjasama yang menghasilkan ijazah pascasarjana. Ini merupakan perjanjian kerjasama yang positif dan saya yakin pemerintah Indonesia dan Malaysia mendukung kegiatan ini," ujarnya.

Dia menyebutkan, perjanjian kerjasama antara kedua universitas ini akan memberikan manfaat bagi institusi akademik di kedua negara dalam menghasilkan generasi baru yang mempunyai bukan saja di bidang akademik maupun melahirkan Sumber Daya Manusia, tetapi juga menjalin kerjasama erat kedua negara. (R6/f)
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru