Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Sri Mulyani: Tahun 1950 Guru Malaysia Belajar dari Indonesia, Kini Kita Kecewa

- Senin, 02 Desember 2019 23:22 WIB
1.520 view
Sri Mulyani: Tahun 1950 Guru Malaysia Belajar dari Indonesia, Kini Kita Kecewa
bisnis.tempo.com
Ilustrasi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan alasannya kerap berbicara soal pendidikan. Menurut dia, bidang tersebut adalah satu-satunya fungsi yang diatur dalam konsitusi.
Jakarta (SIB)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan alasannya kerap berbicara soal pendidikan. Menurut dia, bidang tersebut adalah satu-satunya fungsi yang diatur dalam konsitusi.
"Makanya tadi dibilang saya menteri keuangan tapi sering bicara pendidikan. Karena itu yang diatur konstitusi," ujar Sri Mulyani di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu (30/11).

Menurut dia, aturan itu bermula pada kekesalan masyarakat Indonesia pada kualitas pendidikan di era awal reformasi, setelah terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997-1998. "Kita merasa pendidikan kita jelek banget," ujar Sri Mulyani.
Di sisi lain, masyarakat kerap diingatkan bahwa pada tahun 1950 guru-guru Malaysia belajar dari Indonesia. "Kemudian sekarang kita kecewa," tuturnya. Makanya, akhirnya konstitusi mengatur persentase alokasi pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Sri Mulyani mengatakan semua politikus pada zaman itu sepakat bahwa pendidikan adalah hal yang penting dan kunci. Sehingga perlu diatur ketika Amendemen Undang-undang Dasar. "Makanya diatur 20 persen anggarannya," tuturnya.
Kebetulan, ujar Sri Mulyani, ia adalah menteri pertama yang melaksanakan aturan tersebut. Kala itu, ia pusing untuk menempatkan duit anggaran itu untuk apa saja. Bahkan, ia sudah mengalokasikan perbaikan seluruh sekolah di Indonesia hingga membuat profesi guru termasuk untuk pengajar di sekolah non-negeri, saking berlebihnya anggaran itu.

"Sekarang kita bingung sendiri, bagaimana organizenya, makanya tadi dibilang saya menteri keuangan tapi sering bicara pendidikan," tutur Sri Mulyani. Saat ini, dari total anggaran pendidikan, ia mengatakan 80 persennya telah disalurkan langsung ke daerah untuk bantuan sekolah dan guru. Baru lah sisanya dikelola Kemendikbud. (Tempo.Co/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa