Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Kemendikbud Buat Standar Minimal PAUD

- Senin, 11 Agustus 2014 15:01 WIB
498 view
Kemendikbud Buat Standar Minimal PAUD
Jakarta (SIB)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat standar minimal pendidikan anak usia dini agar menghasilkan taman bermain yang berkualitas.

"Tujuannya agar PAUD yang ada mementingkan kualitas. Jangan hanya mementingkan jumlah PAUD," ujar Pelaksana Tugas Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud Hamid Muhammad  dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan Kemdikbud tidak menginginkan adanya PAUD yang tidak berkualitas sehingga memandang perlu dibuat standar minimal pendirian PAUD.
"Kasihan anak jika PAUD yang ada tidak berkualitas," kata dia.

Beberapa poin pokok standar minimal PAUD, yakni pendidikan gurunya harus mumpuni atau minimal mendapatkan pelatihan tingkat dasar guru PAUD.
Selain itu, katanya, fasilitas belajar mengajar yang menunjang tumbuh kembang anak dan standar kegiatan.

"Kemdikbud berharap PAUD yang tumbuh berkualitas," katanya.

Jumlah PAUD di Indonesia, katanya, hingga saat ini masih kurang. Kebutuhan  PAUD di Indonesia mencapai 551.779 lembaga, namun saat ini baru tercatat 174.367 lembaga.

Dari 174.367 PAUD tersebut, terdiri atas Taman Kanak-Kanak 74.487 lembaga, Kelompok Bermain 70.477 lembaga, sedangkan satuan PAUD sejenis mencapai 26.269 lembaga.

Kemdikbud terus mengembangkan program PAUD untuk menghadapi bonus demografi pada 2045, salah satunya melalui program satu desa satu PAUD.

BKKBN: PAUD BERPERAN TINGKATKAN KUALITAS SDM

Sementara itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kualitas sumber daya manusia perlu disiapkan sejak dini agar menjadi generasi unggul, salah satunya melalui pendidikan sejak usia dini," kata Kepala BKKBN Fasli Jalal usai menghadiri konferensi internasional ke-15 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) di Bali, Jumat.

Dia menjelaskan, jumlah balita dan anak di Indonesia cukup tinggi, mencapai 47,2 juta jiwa di tahun 2014.

“Kondisi ini merupakan sebuah tantangan dalam meningkatkan kualitas anak," katanya.

Sumber daya tersebut, menurut dia, perlu disiapkan sejak dini agar menjadi generasi unggul.

Pemenuhan kebutuhan anak mencakup kebutuhan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan harus dilakukan sejak usia dini.

“Untuk tercapainya generasi unggul diperlukan pelayanan kebutuhan esensial anak yang dilakukan secara utuh. Termasuk kebutuhan akan perawatan dan pengasuhannya. Kondisi yang diharapkan agar tercipta anak yang sehat dan cerdas menuju keluarga berkualitas," katanya.

Sementara itu, konferensi PECERA, menurut Fasli Jalal untuk menyediakan sebuah forum akademis di kawasan Pasifik untuk pengembangan dan diseminasi penelitian berkualitas tinggi dalam pendidikan anak usia dini.

“Untuk memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi antara peneliti di wilayah Pasifik yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini," katanya.

Selain itu, untuk mempromosikan hubungan antara penelitian dan praktek di bidang pendidikan anak usia dini.

“Juga untuk meningkatkan visibilitas dan status penelitian dalam pendidikan anak usia di kawasan Pasifik," katanya. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru