Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Anggota Komisi X Usul Uji Psikomotorik Masuk ke Asesmen Pengganti UN

- Senin, 30 Desember 2019 22:22 WIB
243 view
Anggota Komisi X Usul Uji Psikomotorik Masuk ke Asesmen Pengganti UN
news.detik.com
Anggota Komisi X DPR Zainuddin Maliki mengatakan penggantian ujian nasional (UN) dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter belum lengkap. Lantaran tidak dicantumkan unsur psikomotorik dalam tes tersebut.
Jakarta (SIB)
Anggota Komisi X DPR Zainuddin Maliki mengatakan penggantian ujian nasional (UN) dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter belum lengkap. Lantaran tidak dicantumkan unsur psikomotorik dalam tes tersebut.

"Belum detail. Jadi ujian nasional itu kan akan diganti dengan asesmen kompetensi minimum. Jadi diganti dengan asesmen kompetensi minimum. Kompetensi minimumnya itu apa, satu literasi, dua numerasi, tiga survei karakter," ujar Zainuddin, di Kantor Pergerakan Indonesia Maju, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (19/12).

"Dari tiga kompetensi itu satu belum masuk, yaitu psikomotorik. Literasi dengan numerasi itu semua kognitif, kecerdasan otak. Survei karakter itu afektif. Belum kecerdasan psikomotorik," lanjutnya.

Menurutnya, kecerdasan dasar dalam pendidikan harus memenuhi 3 unsur. Di antaranya, kognitif, afektif dan psikomotorik.
"Jadi kecerdasan fisik ini kan harus ada 3 kan kognitif, afektif sama psikomotorik. Jadi tiga," ujarnya.
Zainuddin mengusulkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memasukkan unsur psikomotorik dalam asesmen nanti. Menurutnya, kemampuan otak saja tidak cukup.

"Iya, harus masuk ke asesmen kompetensi itu. Ya harus utuh toh. Fisik nggak sehat gimana kita mau sukses. Materi ini kan bagian dari fisik. Karena ada kan ungkapan mens sana in corpore sano (dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat)," katanya.
Sebelumnya, Mendikbud Nadiem mengatakan akan dilakukan terakhir di tahun 2020. Di tahun selanjutnya syarat kelulusan akan diterapkan program baru yakni tes asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Asesmen Kompetensi Minimum tidak lagi berdasarkan mata pelajaran melainkan literasi dan numerasi.

Literasi yang dimaksud adalah kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Selain itu, ada pula Survei Karakter yang menekankan pada penguatan pendidikan karakter. (detikcom/t)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa