Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026
- Prof Syawal Gultom Pada Wisuda Sarjana UNITA:

Menciptakan Sarjana yang Percaya Diri Jadi Tantangan

* 5000 Orang Hadiri Pelantikan, para Keluarga Wisudawan Penuhi Halaman Kampus Sambil Bertamasya dengan Tikar
- Senin, 18 Agustus 2014 13:35 WIB
1.055 view
Menciptakan Sarjana yang Percaya Diri Jadi Tantangan
Siborongborong (SIB)- Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara (Unita) menggelar wisuda 560 sarjana S1 di Kampus Bumi Pendidikan Silangit, Sabtu (9/8).

Tampak hadir, tokoh masyarakat Sumut Dr RE Nainggolan MM, Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan dari Kemendikbud, Prof Dr Syawal Gultom MPd yang menyampaikan Orasi Ilmiah, Bupati Tapanuli Utara dan yang mewakili Kopertis Wilayah I, Dra Elfriana MPd, dan utusan dari Pemkab se-Tapanuli.

Wisudawan/ti berasal dari Fakultas Teknik sebanyak 23 orang,  Fakultas Pertanian 17 orang, Fakultas Ekonomi 115 orang, Fakultas Hukum 42 orang, Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi Matematika 80 orang, Prodi Bahasa Indonesia 124 orang, Prodi Bahasa Inggris 109 orang dan Prodi PPKN 50 orang.

Diantara wisudawan/i, dua orang sarjana memperoleh penghargaan dari UNITA sebagai peraih IPK tertinggi dan lulusan termuda atas nama Herois Simaremare dari Fakultas FKIP Prodi Sastra Inggris, putri dari Manat Simaremare / Besti Br Rajagukguk, dengan IP 3,83. Sedangkan wisudawan termuda Dermin Simalango umur 22 Tahun kelahiran 25 Desember 1992 dari  Fakultas Ekonomi, putri dari Hasiolan Simalango / Rospita Br Sinaga.

PERCAYA DIRI
Prof Syawal Gultom dalam orasi ilmiahnya yang berjudul "Membangun Indonesia Emas 2045" memaparkan, Indonesia memliki potensi yang besar. Berdasarkan survei independen, tahun 2030, Indonesia akan memperoleh peringkat ke-7 dunia sebagai negara pendidikan.

Saat ini jumlah masyarakat terdidik di Indonesia mencapai 50 juta orang. Nantinya di tahun 2030, tenaga terdidik masyarakat Indonesia mencapai 110 juta orang.
Dia menjelaskan, tahun 2002 lalu, Amerika Serikat pernah melakukan riset dari 477 tenaga pemikir terkait bagaimana tingkat keberhasilan dari kelulusan perguruan tinggi. Dari hasil riset itu ada 20 hal penting dibutuhkan lulusan perguruan tinggi di antaranya, indeks prestasi, kemampuan berkomunikasi, networking atau jaringan kerja, mampu memotivasi, kreatif, inovatif, optimis, pantang menyerah, disiplin  dan  tanggung jawab.

"Mengapa selama ini orang mau datang ke perguruan tinggi? Tujuannya sekarang ini merupakan langkah untuk mencapai pembelajaran yang sukses. Tetapi kemampuan berkomunikasi dan networkinglah yang menjadi prioritas bagi lulusan perguruan tinggi dalam mencapai masa depan. Sekarang ini bagaimana menempatkan diri menjadi pelajar yang sukses dan percaya diri," jelasnya.

Karenanya dia menegaskan, saat ini seorang sarjana itu harus bisa yakinkan dirinya dan menjadi seorang yang percaya diri. Selain itu, seorang sarjana juga harus bisa menjadi wujud sebagai warga negara yang baik. "Disamping itu juga, seorang sarjana harus memiliki pribadi yang berketrampilan dan bertanggung jawab," ujarnya.
Poin-poin itulah yang menjadi konstruksi bagi para sarjana untuk menghantarkan pembangunan Indonesia emas tahun 2045 (100 tahun kemerdekaan).
AMALKAN KEPADA MASYARAKAT

Rektor Unita Ir Adriani Siahaan MP dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para wisudawan serta mengamanatkan, saat ini masyarakat menunggu tanggung jawab dari para sarjana yang baru diwisuda. Dibutuhkan potensi profesionalitas yang mana harus memiliki kreatifitas, inovatif, berkomunikasi dengan baik serta mampu mengambil keputusan yang cepat, ucapnya.  Ilmu sebagai alat, akan sangat berarti jika disadari kepada dan untuk apa serta bagaimana ilmu tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Sekarang saatnyalah, ilmu tersebut bisa diamalkan kepada masyarakat, pesan Adriani.
"Dalam rangka memperbaiki tata kelola perguruan tinggi, UNITA berupaya terus menerapkan penjaminan mutu manajemen melalui kerja tersistem dan terintegrasi.

Di samping itu, UNITA juga berperan memfasilitasi seminar dan ke depan mengadakan pelatihan kepada para kepala sekolah dan guru terkait regulasi pendidikan serta sisdiknas guna mendorong peningkatan kualitas SDM tenaga dan penyelenggaraan  pendidikan sekolah di lingkungan Tapanuli dengan menggandeng Dinas Pendidikan se kawasan Tapanuli.

JANGAN BERHENTI BELAJAR
Perwakilan Kopertis Wilayah I, Dra Elfriana MPd dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan yang diraih para wisudawan tahun ini di Unita sudah dilalui dengan proses yang panjang. Tetapi menurutnya, keberhasilan yang diraih sekarang belum cukup. Keberhasilan itu harus dilalui dengan tahapan lanjutan. Salah satunya disiplin dan kemampuan berkomunikasi.

"Jika itu semua terlaksana, semua harapan kedepan bisa terwujud. Tetapi apa yang diwujudkan nanti harus bisa menghasilkan peluang yang lebih baik lagi. Peluang yang harus ditingkatkan harus bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas," ujarnya.

Menurutnya, meningkatkan kualitas harus terus belajar. Karena belajar itu tidak akan mengenal waktu dan usia. Untuk itu, dia berharap kepada para seluruh wisudawan jangan pernah berhenti belajar. Apa yang dicapai sekarang jangan merasa puas.

MEMBANGUN TAPUT 
Pada kesempatan itu juga, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dalam pidatonya menyampaikan selamat kepada seluruh para wisudawan yang telah mencapai keberhasilannya melalui perjuangan panjang.

Atas keberhasilan itu, harapannya ke depan para sarjana yang telah diwisuda bisa menjadi insan yang berkualitas di lingkungan masyarakat.
Untuk menyukseskan program itu, dia mengharapkan para wisudawan/wisudawati yang mendapat predikat Cum Laude untuk turut bergabung mengabdi membangun Kabupaten Taput.

PENGABDIAN SARJANA
Sambutan mewakili tokoh masyarakat Sumatera Utara, mantan Sekdaprovsu dan Bupati Taput 1999-2004, RE Nainggolan, menyampaikan ucapan selamat kepada Rektor UNITA yang baru Ir Adriani Siahaan MP. Kiranya di tangan kepemipinan rektor yang baru ini, Unita bisa lebih meningkatkan mutunya yang lebih baik lagi.

Untuk para sarjana yang baru diwisuda, dia mengharapkan supaya keterampilan dan kemampuannya diasah dengan baik. Sesuai  UU No 12 Tahun 2012, setiap sarjana di Indonesia dipacu untuk unggul dalam ketrampilan dan kemampuannya.

"Kami yakin semua itu telah dimiliki adik-adik kami yang diwisuda sekarang. Saat ini, buktikanlah semua itu untuk meningkatkan kecerdasaan di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Dia meminta para sarjana yang telah diwisuda bisa membuktikan semua keunggulannya khususnya kepada orang tua yang telah bersusah payah menyekolahkan sampai ke tingkat sarjana. Jadi tunjukkanlah pengabdian itu sekarang

"Dalam kehidupan ini, ada dua pengabdian yang perlu kita jalankan yakni, pengabdian terhadap Tuhan dan pengabdian terhadap orang tua. Apalagi orang tua merupakan orang kedua dari Tuhan. Jadi saat ini merupakan waktu bagi adik-adik kami membuktikan pengabdiannya," ungkapnya.

Dia menegaskan, keberhasilan Tapanuli bisa menempah sarjana-sarjana yang terampil saat ini merupakan perjuangan dari Almarhum DR GM Panggabean untuk memajukan pendidikan di kawasan Tapanuli.

"Kita lihat selama berpuluh tahun kampus ini berdiri sudah beribu sarjana diwisuda dan bisa membuktikan pengabdiannya untuk pembangunan bonapasogit. Untuk kita berterima kasih atas pemikiran dan gagasan dari Alm DR GM Panggabean membangun, puluhan ribu masyarakat di kawasan Tapanuli bisa ditempa menjadi sarjana-sarjana yang terampil," ujarnya.

Pada kesempatan itu RE juga memberikan apresiasi yang baik kepada Bupati Taput, Nikson Nababan, sebagai pemimpin yang masih muda, dinilainya memiliki pemikiran-pemikiran yang cemerlang untuk pembangunan Kabupaten Taput, ujarnya.

UCAPAN TERIMAKASIH
Sementara mewakili  orang tua dari para wisudawan Walben Siahaan mengatakan, saat ini orang tua merasa senang dengan situasi ini. Harapan dan doa dari para orang tua saat ini sudah terwujud.

"Tetapi harapan kami dari para orang tua, para sarjana ini bisa memberikan perhatiannya buat bonapasogit tercinta. Makanya kami harapkan, para anak-anak kami yang baru diwisuda bisa membuktikan penerapan ilmunya di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, selama ini di Indonesia lebih banyak perencanaannya tetapi pelaksanaannya tidak terealisasi.

Di akhir acara, mewakili wisudawan Hendar Hutabarat mengucapkan terima kasih yang besar buat para pendidik di Unita yang telah menempah mereka menjadi sarjana yang terbaik.
"Pendidikan inilah yang dapat menjadikan kami sebagai individu cendikiawan yang bermartabat di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua kami yang telah bersusah payah menjadikan kami menjadi orang terdidik. Kiranya ilmu yang kami dapat sekarang bisa kami terapkan dalam memajukan kecerdasan di Tapanuli," ucapnya.

5000 HADIRIN MENIKMATI KAMPUS UNITA
Acara wisuda dihadiri ribuan masyarakat, baik keluarga para wisudawan/i maupun masyarakat sekitar kampus UNITA Silangit. Walau acara wisuda berlangsung dalam waktu yang cukup lama karena banyaknya yang dilantik, tapi para keluarga wisudawan dengan setia mengikutinya.

Sebagian keluarga wisudawan  berasal dari desa-desa yang jauh tampak hadir ke kampus UNITA  membawa serangkaian menu tradisional Batak yang langsung disuguhkan sebagai upa-upa (ungkapan syukur) kepada putra-putri nya yang diwisuda seusai pelantikan. Halaman kampus yang sangat luas itu bahkan terlihat dipenuhi para hadirin yang begitu antusias mengikuti hari bahagia duduk  beralas tikar yang dibawa mereka di lapangan rumput bersama para sarjana UNITA ini. Hari itupun berubah menjadi hari tamasya keluarga. Bahkan para tamu, tak terkecuali Prof Syawal Gultom dari Kemenndikbud    terkagum-kagum dan haru menyaksikan suasana ini. Terlihat hingga ke sudut-sudut lokasi kampus menjadi tempat kumpul para pengunjung dengan menggelar tikar dan menikmati makan siang yang dibawa. (R1/A20/BR5/E2/c)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru