Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Sosiolog: Pemerintah Perlu Segera Upayakan Antisipasi Radikalisme

- Senin, 03 November 2014 20:52 WIB
430 view
Yogyakarta (SIB)- Pemerintahan Joko Widodo perlu segera mengantisipasi berkembangnya bibit radikalisme di kalangan remaja, melalui pendidikan berbasis penguatan wawasan sosial, kata sosiolog dari Universitas Gadjah Mada Arie Sudjito.

"Pendidikan kita sekarang masih terobsesi bagaimana membuat anak pintar saja. Seharusnya itu didampingi dengan penguatan karakter sosial yang memadai," kata Arie di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, fenomena yang berkaitan dengan terorisme atau kekerasan berbasis ideologi tertentu, akan selalu muncul jika pemerintah masih mengandalkan metode yang sama dalam pendidikan.

"Jika tidak dicermati, mereka akan terus menerus melakukan regenerasi dengan penyebaran ideologi mereka di kalangan generasi muda," katanya.

Pengembangan strategi persuasif, menurut dia perlu diupayakan pemerintah melalui penguatan karakter sosial yang dapat diterapkan dalam pendidikan.

Titik tekan dalam penguatan karakter sosial, ia mencontohkan misalnya mencakup nilai-nilai keharmonisan antarwarga, serta penghargaan perbedaan terhadap keragaman realitas sosial masyarakat.

"Dengan penguatan karakter sosial, remaja akan terbentengi dari kemungkinan menerima paham atau doktrin yang mengarah radikalisme," kata dia.
Selain itu, kata dia, pemahaman kehidupan berdemokrasi juga perlu diperkuat, sebab saat ini justru banyak berkembang semangat sektarianisme yang cenderung mengarah pada perpecahan.

Arie menilai munculnya gejolak aksi kekerasan atau terorisme juga dapat didorong oleh kesenjangan kesejahteraan atau perekonomian yang terjadi di masyarakat.

"Kesenjangan sosial juga dapat membangkitkan gerakan radikalisme yang menjadi bibit terorisme," katanya.

Untuk menghilangkannya, menurut dia, pemerintah juga harus mengedepankan ketegasan dalam penegakan hukum.

Sebab, kata dia, sistem hukum yang rapuh dan tidak tegas, sama saja mengizinkan aksi kekerasan atau radikalisme terus berkembang. (Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru