Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Dosen dan Mahasiswa Prodi PPKn UNITA Studi Atmosfir dan Abdimas di Desa Sampuran Sibandang Muara

Redaksi - Rabu, 25 Juni 2025 09:53 WIB
7.948 view
Dosen dan Mahasiswa Prodi PPKn UNITA Studi Atmosfir dan Abdimas di Desa Sampuran Sibandang Muara
Foto: Dok/ Ketua Prodi PPKn UNITA
FOTO BERSAMA: Dosen bersama mahasiswa dari FKIP Prodi PPKN UNITA foto bersama dengan Kepala Desa Sampuran Sibandang Kecamatan Muara Paindo Sianturi dan Tokoh Masyarakat Rinaldi Sianturi SPd pada kegiatan Studi Atmosfir dan Abdimas di Desa Sampuran Siband
Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi PPKn Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) melaksanakan studi Atmosfir dan Abdimas di Desa Sampuran Sibandang Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).


Dalam relis yang diterima SIB, Selasa (24/5/2025), kegiatan tersebut dilaksanakan, Sabtu (21/5) sampai Minggu (22/5).Kegiatan Studi Atmosfir dan Abdimas itu mengusung tema, " Harmonisasi Alam dan Kearifan Lokal".


Jumlah mahasiswa dari Prodi PPKn yang mengikuti kegiatan itu sebanyak 85 orang. Kegiatan hari pertama dilaksanakan seminar dan pembuatan taman Prodi PPKn di pekarangan Kantor Kepala Desa Sampuran.


Materi seminar yakni, penguatan budaya dan kearifan lokal yang dipaparkan Ketua Prodi PPKn, Melina SSi MHum dan menjaga harmoni alam lewat kearifan lokal di Kawasan Danau Toba oleh Pembantu Dekan III FKIP UNITA Juandi Nababan SPd MPd.Pembuatan taman PPKn dimaksud untuk budaya pelestarian alam dalam menjaga kelestarian alam berdasarkan kearifan lokal di Kawasan Danau Toba.


Tokoh Masyarakat Rinaldi Sianturi SPd yang merupakan alumni UNITA dari Prodi PPKn tahun 2017 menyampaikan, masyarakat sangat bangga dengan kegiatan tersebut karena relevan dengan konteks dimana orang zaman sekarang lebih memilih mengeksploitasi dari pada mengeksplorasi alam.


Kepala Desa Sampuran Paindo Rajagukguk dalam sambutannya juga mengungkapkan, sangat senang dan merasa beruntung desanya dikunjungi dan dijadikan tempat kegiatan studi Atmosfir dan Abdimas tersebut untuk membagi ilmu dengan masyarakat di desanya. "Terlebih lagi dengan kehadiran mahasiswa, desa kami menjadi ramai. Kegiatan ini sangat memberikan dampak yang sangat baik untuk desa kami ini , " ungkapnya.


Pembantu Dekan III FKIP UNITA, Juandi Nababan SPd MPd menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan tersebut dan membuka langsung kegatan tersebut. Pada kesempatan itu Juandi Nababan memaparkan tentang Pemajuan Kebudayaan dan Kearifan Lokal. "Pemajuan kebudayaan adalah upaya untuk meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya di Indonesia di tengah peradaban dunia. Upaya tersebut dilakukan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan, " terangnya.


Juandi memaparkan, Pemajuan Kebudayaan tertuang dalam Undang - Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017. UU tersebut memberikan kerangka hukum untuk pemajuan kebudayaan secara Nasional dengan pokok - pokok pikiran sebagai berikut, mengakui dan menghargai keragaman budaya Indonesia dan menempatkan kebudayaan sebagai haluan pembangunan Nasional.


Tentang kearifan lokal, Juandi menjelaskan, kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Kearifan lokal merupakan komponen yang penting untuk pemajuan kebudayaan. "Karakteristik kearifan lokal yakni, terbentuk dari pengalaman, diwariskan turun temurun, bersifat dinamis, mencakup berbagai aspek kehidupan dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem," terangnya.


Pada hari kedua, Minggu (22/5), dosen bersama mahasiswa UNITA dari Prodi PPKn melakukan kunjungan ke Gereja HKBP dan Methodis di Desa Sampuran.
Dalam kunjungan itu, dosen dan mahasiswa disambut baik oleh pendeta dan jemaat.


Ketua Prodi PPKn FKIP UNITA Melina SSi,MHum menjelaskan, saat ini sangat penting anak - anak disekolahkan setinggi mungkin seperti motto natuatua Batak "Anakonkhi do hamoraon di au". Dengan melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, anak - anak akan memiliki kemajuan pola pikir dan peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja.


"Kuliah di UNITA adalah salah satu pilihan yang tepat dengan keuntungan bahwa orang tua bisa memantau sikap dan perilaku anak. Di samping itu juga, anak - anak masih bisa dekat dengan orang tua dan membantu orang tuanya, " jelasnya. Menurutnya lagi, biaya kuliah di UNITA lebih ringan dibandingkan dengan biaya kuliah di perguruan tinggi swasta yang lain. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru