Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Plt Kadisdik Medan Bantah Menyuruh Upaya Ambil Paksa SMP PGRI 4

- Senin, 10 Februari 2014 22:15 WIB
846 view
 Plt Kadisdik  Medan Bantah Menyuruh Upaya Ambil Paksa  SMP PGRI 4
Medan (SIB)- Sekda Pemko Medan selaku Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pendidikan Medan Syaiful Bahri mengatakan, tidak mencampuri dan tidak ada menyuruh pihak tertentu mengambil alih secara paksa sekolah SMP PGRI 4 Jalan Turi Medan.

“Saya tidak campuri masalah itu, karena itu internal YPLP PGRI Sumut, dan sebaiknya mereka selesaikan sendiri,” kata Syaiful Bahri ketika dikonfirmasi  wartawan, Senin (27/1/2014) terkait dengan adanya rencana upaya paksa pengambil alihan sekolah PGRI 4 oleh oknum tertentu yang mengaku telah mendapat restu dari Plt Kadisdik Medan. 
Terkait adanya upaya paksa merebut jabatan Kepala  SMP PGRI Jalan Turi Medan, Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Dasar Menengah (YPLP) PGRI Sumut Drs Sautan Nasution bersama pengurus lainnya Abdul Latif Ibrahim SPd, Drs Renold Pasaribu, Drs M Pane, V Sibuea dan Dra Riang Sihite (Kepala SMP PGRI 4) dan lainnya mengadakan rapat, Senin sore  (27/1) di sekolah Jalan Turi Medan. Inti pembicaraan rapat, mereka sebagai pengurus YPLP PGRI Sumut yang  berkantor di Jalan Gatot Subroto Medan dan telah mendapat pengesahan dari Menkunham, akan tetap mempertahankan sekolah tersebut.

Para oknum mengaku pengurus YPLP PGRISU yang baru sempat  datang ke SMP PGRI 4 di Jalan Turi, Medan, Sabtu (25/1) dengan  membawa sejumlah polisi hingga membuat siswa di sana ketakutan, kata Dra Riang Sihite kepada wartawan.

Dra Riang Sihite bercerita soal kedatangan oknum yang mengaku telah mendapat restu dari Plt Kadisdik Medan. Didampingi Wakil Kepsek, Joel Tamba dan para guru yakni M Turnip dan R Siallagan, Riang Sihite sangat menyesalkan tindakan para oknum itu membawa-bawa aparat kepolisian. “Siswa-siswi kita sempat takut, melihat ada polisi di sekolah namun upaya mengambil paksa mereka gagal”, kata Riang Sihite.

Menurut Riang, oknum mengaku Kepsek baru itu dan akan menggantikannya disebut telah mendapat restu dari Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Medan, Syahrial. Namun ketika dikonfirmasi wartawan, Syahrial membantah ada merestui mengambil alih SMP PGRI 4 itu.” Tak ada untung atau rugi siapa Kepsek di sekolah itu. Tak ada saya campuri itu“, kata Syahrial yang dihubungi via hpnya.

Sautan Nasution yang mantan Kadisdik Pemko Medan tahun 80-an mengatakan kepada wartawan ,kalau ada yang mengaku pengurus YPLP PGRI Sumut yang lain, sebaiknya datang ke kantor YPLP PGRI Sumut Jalan Gatot Subroto 177 Medan, jangan bertindak sepihak “bergerilya” mengacau ke sekolah-sekolah YPLP PGRI. “Kami pengurus yang sudah diakui Menhumkam untuk mengelola YPLP PGRI Sumut”, kata Sautan.

Di Sumut ini ada sekitar 30-an sekolah YPLP PGRI yang masih solid dan tetap tunduk kepada kepemimpinan Sautan.  “Dulunya sekolah PGRI ini didirikan tahun 80-an sesuai anggaran dasar dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa”, kata Sautan  yang pada 1984 sebagai bendahara PGRI-SU.

“Kantor resmi YPLP PGRI itu dulunya diserahkan Gubsu kepada Bambang, untuk kantor profesi pendidik (guru). Saya dari 1975 sudah pengurus PGRI mulai dari Kecamatan dan kemudian ke Sumut, sejak dulu tidak pernah tahu Hendri Siregar sebagai pengurus PGRI, dan kini  mengaku sebagai ketua YPLP PGRI Sumut”, kata Abd Latif Ibrahim (bendahara YPLP PGRI-SU).(A2/ r)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru