Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Kemdikbud : Osebi Strategis untuk Kehidupan Bangsa

- Senin, 24 Februari 2014 19:34 WIB
388 view
Kemdikbud : Osebi Strategis untuk Kehidupan Bangsa
Jakarta (SIB)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menilai penyelenggaraan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (Oseebi) 2014 sebagai sebuah perlombaan yang strategis menunjang kehidupan berbangsa, khususnya terkait upaya melestarikan Bahasa Indonesia.

"Sebab dengan keragaman yang kita miliki mengharuskan keberadaan bahasa pengantar yang sama, Bahasa Indonesia," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemdikbud, Prof. Dr. Mahsun, saat memberikan sambutan di Malam Final dan Penghargaan OSEBI 2014 di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu.

Osebi merupakan sebuah perlombaan tingkat nasional yang diadakan oleh Asosiasi Persahabatan Sosial dan Ekonomi Negara-Negara Pasifik (PASIAD).
Osebi 2014 merupakan penyelenggaraan kali ketiga setelah pertama kali digelar pada 2012 silam.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Osebi memperlombakan enam kategori yaitu Menyanyi Solo, Tari Kreasi Nusantara, Pembacaan Puisi, Penulisan Esai, Penulisan Cerita Pendek dan Penulisan Puisi.

Mahsun menyebutkan keberadaan lima kategori yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai medium perlombaan merupakan wujud upaya mengembalikan posisi bahasa pemersatu tersebut.

"Dari enam kategori lima di antaranya menggunakan medium Bahasa Indonesia, itu wujud usaha mengembalikan posisinya sebagaimana diwariskan para pendiri bangsa," katanya.

Mahsun menerangkan bahwa sedikitnya ada tiga elemen yang kerap dijadikan dasar membangun sebuah negara bangsa, yaitu suku atau etnis, agama dan bahasa.

"Pemilihan Bahasa Indonesia sebagai fondasi pemersatu bangsa merupakan wujud kecemerlangan para pendiri bangsa," ujarnya.

Kemudian, Mahsun juga menuturkan ada alasan penting mengapa Bahasa Melayu kemudian diserap menjadi pembentuk utama Bahasa Indonesia.

"Sebab meskipun penggunanya pada masa itu tidak sebanyak Bahasa Jawa, tetapi persebaran secara geografis merata di sepanjang Nusantara," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Umum OSEBI 2014 Izla Mayuni menyebutkan ada perkembangan menarik dari perlombaan untuk siswa-siswi tingkat sekolah dasar hingga menengah tersebut di tahun ketiga penyelenggaraannya, yaitu peningkatan jumlah peserta.

"Tahun ini jumlah peserta meningkat tajam hampir dua kali lipat dari jumlah peserta tahun lalu. Ini wujud kecintaan terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang harus dijunjung tinggi," kata Izla dalam kata sambutannya.

Selain itu, ada rangkaian baru lain dalam OSEBI 2014 yaitu pemberian penghargaan terhadap guru-guru di bidang seni dan Bahasa Indonesia yang dinilai berprestasi.

"Itu wujud apresiasi OSEBI atas sumbangsih mereka melestarikan kecintaan terhadap seni dan Bahasa Indonesia," katanya. (Ant/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa