Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Maret 2026

Rita Widyasari, Bupati Pencinta Tas Bermerek yang Jatuh Cinta Pada Kerajinan Akar Pohon

- Minggu, 13 Maret 2016 19:04 WIB
2.625 view
Rita Widyasari, Bupati Pencinta Tas Bermerek yang Jatuh Cinta Pada Kerajinan Akar Pohon
Ingin mengembalikan kejayaan sang ayah. Itulah salah satu alasan yang membuat Rita Widyasari bertekad maju ke perebutan kursi Bupati Kukar. Dengan tekad baja, akhirnya Rita pun bisa meyakinkan masyarakat Kukar untuk memilihnya menjadi pemimpin kota kerajaan tersebut periode 2010-2015 dan kembali lagi menjadi pemenang untuk periode 2016-2021. Anak kedua dari mantan Bupati Kukar, Syaukani Hasan Rais ini menjadi bupati pada usianya yang ke-36 tahun.

Rita terjun ke dunia politik melalui Partai Golkar. Sebelum menjadi Bupati Kukar, Rita sempat menjadi Ketua DPRD Kukar hasil pemilu legislatif 2009. Aktivitasnya di dunia organisasi tercatat di KNPI.

Sebagai perempuan, Rita Widyasari juga gemar mengkoleksi tas mewah yang mahal. Namun seiring waktu berjalan, ketertarikan pada barang-barang bermerek itu luntur. Saat menjadi Bupati Kukar, Rita mengenal kerajinan ulap doyo, yakni akar pohon khas Kutai yang bisa dijadikan sarung tenun, baju dan lainnya.

"Saya langsung jatuh cinta sama ulap doyo. Ibu-ibu perajin kain itu saya berdayakan. Ayo bikin sarung dan baju dari ulap doyo. Tidak hanya itu, lama-lama saya berpikir membuat kerajinan lain seperti tas, dompet dan asesoris lain dari bahan ulap doyo. Tuh, kalau mau lihat ada di Rita Centre Kerajinan Tangan," kata bupati wanita pertama di Kalimantan ini sembari memamerkan koleksi tas ulap doyo miliknya.

Tidak hanya ulap doyo, Kukar ternyata juga dikenal dengan "kabupaten rocker". Beberapa tahun terakhir, Kukar mendatangkan band-band rock legendaris dari luar negeri, yakni Sepultura tahun 2012, Halloween 2013 dan Testament 2014. Tidak terkecuali band tanah air seperti Power Metal, God Bless dan lainnya. Semua masyarakat menonton gratis, tidak terkecuali masyarakat Samarinda dan Balikpapan juga ikut memadati Stadion Aji Imbut Kukar, tiap band-band itu datang.

Rita juga selalu memperhatikan perawatan tubuh sehingga selalu tampil cantik dan menawan. Namun demikian, kata cantik yang sering ditujukan padanya, bagi Rita, sedikit terlalu berlebihan. Sama seperti setiap perempuan, pasti berusaha tampil maksimal. Terutama wajah, sesibuk apapun tugas negara, wajah tidak boleh kusam dan harus dirawat.

"Saya suka dunia kecantikan, saya ini punya salon pribadi. Dulu saya kursus kecantikan sampai ke Singapore dan Shanghai, saya juga belajar di make up Forever yang di Jakarta. Pokoknya cita-cita saya punya salon kecantikan profesional. Jadi saya ini punya keahlian merias sendiri, sayangnya saya enggak punya waktu berdandan lama, jadi tampil apa adanya," ungkap perempuan kelahiran Tenggarong, 11 November 1973 ini sambil tertawa.

Namanya pernah heboh karena beredar video mesum diduga dirinya dan mantan kekasihnya dengan judul "belum ada judul". Konon, video tersebut dibuat sekitar tahun 2000 di Bandung. Lokasinya diperkirakan di salah satu tempat penginapan di kawasan Setiabudi, Bandung. Namun akhirnya isu itu redup dengan sendirinya.

Rita memang pernah kuliah di Bandung. Selepas SMA, dia menempuh pendidikan D3 Manajemen Sekretaris di ASMTB (Akademi Sekretaris dan Manajemen Taruna Bhakti Bandung). Kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Padjajaran. Sedangkan pendidikan S2-ditempuh di Universitas Soedirman dan melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Utara Malaysia.

Dalam pemerintahannya Rita Widyasari terus memberikan prestasi terbaik untuk daerahnya. Hal ini terbukti dengan diraihnya tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha atas Kinerja Kepala Daerah Terbaik. Tanda kehormatan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden RI Jokowi kepada Rita di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Bukan hanya Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha saja yang diterima oleh Bupati Rita Widyasari, sebelumnya, Rita juga menerima penghargaan dari Mendagri setelah membawa Kukar masuk 10 besar atas prestasi kinerja terbaik berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2015. (Berbagaisumber/y)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru