Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Maret 2026

Harry Tanoe Tinggalkan Perusahaan Demi Membangun Ekonomi Kerakyatan

- Minggu, 17 April 2016 20:34 WIB
580 view
Harry Tanoe Tinggalkan Perusahaan Demi Membangun Ekonomi Kerakyatan
Jakarta (SIB)- Ketua Umum Partai Perindo Harry Tanoesoedibjo mengatakan partai yang dipimpinnya akan fokus membangun ekonomi kerakyatan dan meninggalkan ekonomi kapitalis dan neolib.

Dia  telah meninggalkan 101 perusahaan yang dimilikinya  dengan karyawan sebanyak 30 ribu orang  agar bisa fokus mencapai cita-citanya.

“Saat ini saya sering keliling Indonesia selain membangun partai juga sekaligus membangun ekonomi kerakyatan dengan berbagai langkah konkrit mulai dari pembinaan, pelatihan,bantuan permodalan khusus kepada Usaha Kcil dan Menengah ( UKM)” kata Harry Tanoe  ( panggilan akrabnya)  dalam acara pelantikan ormas Pemuda Perindo di Jakarta,Kamis (31/3).

Dirinya  turun langsung ke tengah-tengah masyarakat  di daerah untuk memastikan bahwa langkah yang diambilnya  tepat sasaran.

Pengalamannya jatuh bangun membangun usaha yang dimilikinya selama 26 tahun bisa diterapkan, untuk membangun ekonomi kerakyatan, disertai  militansi, kerja keras dan kerja cerdas.

Perindo hadir dengan tujuan yang jelas untuk membangun masyarakat kecil sesuai dengan tujuan membangun Indonesia sejahtera. Karena itu Perindo akan menjadi pelopor perubahan strategi berbangsa dan bernegara,  karena kalau tidak maka tujuan kemerdekaan yaitu memakmurkan kehidupan rakyat tidak akan tercapai.

Harry  khawatir kalau arah pembangunan yang neolib dan kapitalis  terus dipaksakan dan tidak mengambil pondasi ekonomi kerakyatan, maka tujuan mensejahterakan rakyat tidak akan tercapai.

Malah sebaliknya, yang terjadi adalah kesenjangan antara si kaya dan si miksin  dan dikhawatirkan akan terus melebar. .

"Cina dan India,dua negara besar  yang  tingkat pendidikan dan kesejahteraan di bawah Indonesia 30 tahun lalu, kini menjadi maju karena  menerapkan ekonomi kerakyatan, membangun pondasi ekonomi dari kelompok yang justru tidak mapan. Hasilnya pertumbuhan ekonomi mereka mengalami hal yang luar biasa.

Kelompok ekonomi lemah semakin jauh berkurang dan jumlah masyarakat yang  mapan terus bertambah.

"Jadi sekarang tergantung  kita, apakah mau  mengubah konsep ekonomi atau tidak,”   tukas Harry Tanoe. (G 01/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru