Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Maret 2026

Maruarar Sirait Bangga Atas Penghargaan yang Diterima Papanya

- Minggu, 16 Agustus 2015 15:26 WIB
1.911 view
Maruarar Sirait Bangga Atas Penghargaan yang Diterima Papanya
Sabam Sirait
Jakarta (SIB) - Sesungguhnya, nama Sabam Sirait, politisi senior PDI-P ,salah seorang yang mendapat Bintang Maha Putra Utama dari Presiden Joko Widodo ( Jokowi), tidak asing lagi bagi dunia perpolitikan Indonesia (nasional), bahkan internasional.

Pria berkaca mata kelahiran, 13 Oktober 1936 di Tanjung Balai Sumut ini sangat mengagumi sosok Soekarno dan Mohammad Hatta, dan hanya kedua figur inilah yang rela  menyebutnya  dengan sebutan "Bung", sedangkan yang lain lebih suka disapanya "Si".  Termasuk kepada  Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri. Sementara di daerah Sumatera, pengunaan kata " Si "  memiliki makna tersendiri. 

Secara pribadi, politisi  kawakan ini sebenarnya sudah berniat pensiun total dari dunia politik, meskipun ingin menulis buku mengenai politik luar negeri Indonesia.

Sabam Sirait maju sebagai calon anggota  Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI  pada Pemilu 2014-2019 lalu, hanya karena permintaan keluarga, terutama anaknya Maruarar Sirait,   yang juga  politisi PDI-P .

"Anak saya  pagi-pagi datang  dan bilang saya jangan pensiun total. Padahal sejak 1967 saya anggota DPR. Tujuh kali jadi anggota DPR dan dua kali anggota DPA," kata Sabam kepada wartawan belum lama ini.  Alasannya,  kewenangan DPD semakin  bertambah. DPD tidak lagi hanya mendampingi DPR dan Pemerintah melainkan setara dalam menyusun UU terkait otonomi daerah dan desentralisasi.

Merdeka !!. Itulah kata yang pertama sekali terucap dari Sabam Sirait, manakala bertemu dengan sahabat dekatnya, maupun saat memasuki ruangan kerjanya dulu, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Memang, di negeri ini tidak banyak nasionalis sejati, seperti Sabam Sirait, yang akhir akhir ini kerap disebut sebagai Ompung ini. Sikap konsisten selalu dijunjung tinggi sepanjang hidupnya, dan itulah yang membuatnya semakin dikenal oleh rekan-rekan politiknya.

Harus  diakui  tidak banyak politisi yang berhasil mengalami masa pemerintahan enam presiden, dan tetap konsisten menjaga nama baik. Sabam Sirait adalah diantara yang tidak banyak itu.

Sabam Sirait mengalamai masa pemerintahan Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY.

Sabam juga pernah menjabat  anggota Dewan Pertimbangan Agung dua periode. 

"Papa tidak mewariskan kekayaan, tetapi memberi  contoh  nama baik," kata Maruarar Sirait, putera pertama Sabam.

Selama enam pemerintahan  yang dilauinya, Sabam memang  tidak tersangkut hukum.

Dalam usianya yang sudah 79 tahun, Sabam  tetap konsisten memerjuangkan ide-ide brilyannya, dalam kancah politik.  Sabam Sirait menikah dengan isteri tercinta dr.Sondang br Sidabutar MM. dan dikarunyai Tuhan, empat anak, masing- masing : Maruarar Sirait,S.Ip, dr.Batara Imanuel Sirait Sp.OG, Johan Bakti Porsea Sirait, SH dan Mira br Sirait, S.Psi, MSi.  Juga beberapa cucu dari anak laki-laki dan perempuan.

Sebelum menjadi politisi, Sabam Sirait aktif, di Gerakan Mahasiwa Kristen Indonesia (GMKI), Presidium Perserikatan Perhimpunan -Perhimpunan Mahasiswa Indonesia ( PPMI), Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia ( IPMI), Pengurus Yayasan Komunikasi, Ketua Umum Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo) tahun 1994- 1999, Pengurus Yayasan UKI ( 1986 s/d sekarang), anggota Komisi Gereja dan Masyarakat Dewan Gereja-Gereja di Indonesia, Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia ( PGI tahun 1989- 1999, Pengurus Yayasan Persekutuan Mahasiswa Kristen se dunia di Indonesia ( tahun 2000 s/d sekarang ). 

Riwayat kepartaian, diawali sebagai Wakil Sekjen Partai Kristen Indonesia (Parkindo) tahun 1961- 1967, Sekretaris Jenderal Parkindo tahun 1967- 1973.  Deklator Partai Demokrasi Indonesia (PDI) 10 Januari 1973 ( saat fusi 10 Partai Politik ( Parpol), Sekjen Koordinator DPP Partai Partai Demokrasi Indonesia (PDI) tahun 1973- 1976, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) tahun 1976- 1986, anggota Dewan Pertimbangan Pusat PDI-Perjuangan ( PDI-P) tahun 2005 sampai sekarang.  (G01/k)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru