Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Maret 2026

Ephorus HKI Tak Pernah Bercita-cita Menjadi Seorang Pendeta

- Minggu, 06 September 2015 16:33 WIB
1.390 view
Ephorus HKI Tak Pernah Bercita-cita Menjadi Seorang Pendeta
Pematangsiantar (SIB)- Tak pernah terbersit di hatinya untuk jadi pendeta, yang ada menjadi pengusaha yang sukses. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain.

Demikian dikatakan Pdt Manjalo Marolop Hutabarat STh MM Rabu (2/9) di Pematangsiantar yang terpilih menjadi Ephorus HKI pada Sinode Periode HKI ke-61 di Sukamakmur, Deli Serdang 20-23 Agustus 2015 dan telah dilantik pada ibadah Minggu di Gereja HKI Teladan Medan.  Ia yakin dan percaya hanya karena dorongan iman dan doa dari orangtuanya Gr Bisara Mulia Hutabarat dan Tuhan mengabulkan doanya sehingga setelah lulus dari SMEA Jurusan Tata Buku Manjalo mendaftar ke STT HKBP Pematangsiantar dan diterima menjadi mahasiswa, serta berhasil meraih gelar Sarjana Theologi.

Dikatakan, dia merupakan anak ke 2 diantara 9 bersaudara dari orangtua Gr Bisara Mulia Hutabarat dan ibunya Surta Dinar Br Simanjuntak yaitu 6 laki-laki dan 3 perempuan. Istrinya Ellin Seprina br Sianipar dan dikarunia Tuhan 3 putera masing-masing Lamhot Frans Hutabarat sekarang kuliah di UI (Universitas Indonesia), Daniel Andrew Hutabarat kuliah di Jakarta serta Immanuel Trisakti Hutabarat siswa kelas III SMA Negeri 3 Pematangsiantar.

Dikatakan, kunci kebersihan pelayanan HKI ke depan terletak pada etos kerja pelayan HKI yang mengandalkan kerjasama atau gotongroyong sebagai gereja yang menjadi “manjunjung baringinna” dengan cara  memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki jemaat. Pemberdayaan yang dimiliki dengan membangun para rekan, tidak ada yang merasa direndahkan. Setiap orang menjadi bagian yang penting dalam jemaat.

Setiap persoalan harus dicari akar-akar permasalahan dan solusinya melalui dialog yang akrab tetapi serius tidak ada yang dihakimi atau dicari-cari kesalahannya, semuanya saling melengkapi. Dalam situasi ini semangat bergerejapun harus berlipat ganda. Bagi pelayan dan jemaat kami adalah HKI, HKI adalah kami. Kami harus menyadari bahwa pentingnya selalu mendukung gereja Tuhan selama gereja di dunia ini.

Tantangan  masa kini dan masa mendatang yang dihadapi gereja adalah persoalan-persoalan berat moralitas dan spritualitas yang terjadi pada masyarakat dan bangsa, termasuk di dalamnya masalah internal gereja dan lembaga Kristiani. Gereja HKI kiranya tidak hanya diterima, dibaca atau didengar dan dimengerti oleh warga jemaatnya tetapi dapat merasuk di hati mereka sehingga mengubah kehidupan yang baru dalam kebenaran firman Tuhan, ujar Pdt Manjalo Pahala Hutabarat. (R-18/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru