Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Maret 2026

Malcolm Turnbull, Jurnalis Jadi Perdana Menteri Australia

- Minggu, 20 September 2015 21:21 WIB
489 view
Malcolm Turnbull, Jurnalis Jadi Perdana Menteri Australia
Perdana Menteri Australia Tony Abbott dilengserkan dari jabatannya, Senin, 14 September. Ia kalah dalam pemungutan suara internal di Partai Liberal oleh Malcolm Turnbull. Turnbull mengungguli Abbott dengan perolehan 54-44 persen suara dalam voting internal di gedung parlemen, Canberra. Dengan demikian, Turnbull, di usianya yang ke 60, ditetapkan menjadi Perdana MenteriĀ  ke-29 Australia.

Turnbull adalah seorang lulusan Universitas Sydney jurusan hukum. Selama belajar di universitas, ia mencoba-coba bekerja sebagai jurnalis yang meliput berita politik.

Ia kemudian mendapat beasiswa untuk belajar hukum lebih lanjut ke Universitas Oxford, Inggris.

Sebelum terjun ke dunia politik, Turnbull adalah seorang jurnalis, pengacara dan bankir investasi.

Ia kemudian memulai karir politiknya pada 1993. Pada tahun itu ia terpilih sebagai ketua Australian Republican Movement. Dalam Partai Liberal, ia selalu berhadapan dengan rekan dan saingannya, Tony Abbott.

Namun dalam pemerintahan PM John Howard, Turnbull sempat menjabat beragam posisi, mulai dari Sekretaris Parlemen untuk masalah air, hingga Menteri Lingkungan.

Setelah pemerintahan Howard berakhir, Turnbull mengajukan diri untuk menjadi pimpinan Partai Liberal, namun kalah tiga suara oleh Brendan Nelson. Namun setahun kemudian, Turnbull berhasil mengalahkan Nelson untuk menjadi pemimpin oposisi.

Ia juga dikenal vokal menyerang PM Australia dari Partai Buruh penerus Howard, Kevin Rudd. Namun Turnbull mendukung skema perdagangan emisi, salah satu topik kontroversial di Australia, yang diusulkan oleh pemerintahan Rudd. Kubu di Partai Liberal terpecah. Hingga Turnbull dijatuhkan dari posisinya oleh Abbott, pemimpin baru partai.

Abbott pun menjadi PM Australia pada 2013 dan Turnbull ditunjuk menjadi Menteri Komunikasi. Sampai tiba waktunya ia kembali melengserkan Abbott dari jabatannya, 14 September kemarin.

Editor investigasi surat kabar The Age, Michael Bachelard, mengatakan bahwa mayoritas masyarakat Australia bahagia dengan lengsernya Abbott.
Menurut Bachelard, Turnbull adalah seorang pebisnis dan pengacara yang pintar.

Namun kepada Rappler, mantan koresponden Fairfax Media untuk Indonesia itu mengatakan bahwa dirinya tak yakin apakah Turnbull akan menjadi seorang pemimpin yang baik, meski dia tak seagresif Abbott dalam isu sosial.

Beberapa fakta tentang Turnbull

1. Bankir investasi dan pengacara
Selain sebagai politisi, Malcolm Turnbull juga dikenal sebagai bankir investasi dan pengacara yang handal. Ia membangun firma bank investasinya sejak tahun 1987.

Keberhasilannya tersebut sempat menempatkan dirinya sebagai parlementer terkaya di Australia pada tahun 2005 dengan kekayaan sebesar 133 juta dolar Australia, bersama dengan istrinya.

2. Keluarga sukses
Selain keberhasilan pribadinya, Turnbull juga memiliki istri yang sukses. Lucy Turnbull merupakan wirausahawati terkemuka serta mantan Wali Kota Sydney, Australia.

Mereka menikah sejak tahun 1980 dan telah memiliki dua orang anak, Alex dan Daisy.

3. Diasuh ayahnya sejak kecil
Pada usianya yang kesembilan, orang tua Turnbull bercerai. Ibu Turnbull kemudian meninggalkan Australia menuju Selandia Baru.

Turnbull kecil kemudian diasuh oleh ayahnya yang merupakan seorang broker hotel.

4. Aktif sebagai jurnalis semasa kuliah
Turnbull memperoleh gelar sarjana hukum dari University of Sydney pada tahun 1978.

Selanjutnya ia meneruskan studinya dalam bidang sama di Oxford University, Inggris. Bersamaan dengan masa kuliahnya, Turnbull juga aktif sebagai jurnalis politik untuk berbagai media.

5. Dua kali menjabat sebagai menteri
Sebelum terpilih sebagai perdana menteri, Turnbull sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Lingkungan dan Air sepanjang tahun 2007.

Selain itu, ia juga pernah dipercaya sebagai Menteri Komunikasi sejak September 2013 hingga sesaat sebelum ia dilantik sebagai Perdana Menteri. (Rappler.com/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru