Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Maret 2026

Jadi Kanit Termuda, Tantangan Besar Bagi Iptu Ucox

- Minggu, 06 Desember 2015 16:42 WIB
4.015 view
Jadi Kanit Termuda, Tantangan Besar Bagi Iptu Ucox
Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu Ucox P Nugraha
Medan (SIB)- Menjadi Kepala Unit (Kanit) Reskrim termuda di Polresta Medan sejajaran, menjadi tantangan berat buat pria lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2012 bernama Iptu Ucox P Nugroho.

"Ini jadi tantangan buat saya menjadi Kanit Reskrim jajaran Polresta Medan," kata pria kelahiran  Bogor itu, Jumat (4/12).

Setelah diyakinkan menjabat sebagai Kanit Reskrim di Polsek Medan Timur, pria kelahiran  30 Maret 1990 berjanji tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan terhadap dirinya. "Saya tidak akan sia-siakan kepercayaan yang diberikan kepada saya," ucap anak dari AKBP Ali Adam Firdaus ini.

Untuk itu, Akpol yang mendaftar pada tahun 2009 itu berjanji akan berupaya mengungkap berbagai kasus yang marak di wilayah Polsek Medan Timur yakni kejahatan jalanan Curat, Curas dan Curat (3C). "Sangat tinggi angka kejahatan jambret disini (Medan Timur). Saya sangat geram dengan para pelaku kejahatan jalanan," sebut pria berbadan tegap itu.

Meski pun yang termuda tidak membuat pria tinggi semampai ini tinggi hati kepada anggotanya yang berusia lebih tua darinya. Ia tetap lebih hormat dan santun kepada anggotanya.

“Usia saya dengan anggota memang jauh bedanya. Tapi begitu pun dalam hal pekerjaan saya tetap memanggil mereka dengan sebutan bapak walaupun saya pimpinan. Intinya saya tetap rendah hati kepada seluruh anggota," ujar mantan alumni SMU Krida Nusantara, Bogor ini.

Disisi lain, keinginannya menjadi Polri sudah terlihat sejak masih kecil. Apalagi sang ayah, kakek dan kakaknya  juga anggota Polri menambah motivasinya menjadi aparat penegak hukum.

"Sejak kecil saya pingin  jadi polisi. Apalagi saya dari keluarga polisi juga. Kakek, bapak dan kakak saya juga polisi. Ya inilah yang memotivasi saya menjadi polisi," beber penggila olah raga golf ini.

Cita-cita menjadi polisinya itu berlanjut usai menyelesaikan bangku SMU pada 2009. Ia pun melamar dan dinyatakan lulus di Akademi Kepolisian pada 2012. Penempatan dinas pertamanya di Kepolisian Resor Padang Sidempuan.

"Saya sempat nganggur setahun setelah tamat dari SMU. Jadi pada 2009 Polri buka kesempatan. Ya saya melamar dan lulus di Akpol. Saya lulus di Akpol pada 2012. Penempatan dinas pertama saya di Polres Padang Sidempuan. Ya meskipun di sana (Polres) Padang Sidempuan enggak terlalu banyak kasus yang menonjol," beber anak bungsu dari dua bersaudara ini.

Setelah berdinas di Polres Padang Sidempuan, ia pun hijrah ke Medan. Pimpinan mempercayakan dirinya untuk mengungkap kasus curat, curas dan curanmor yang menjadi atensi Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto. (Dik-SPS/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru