Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Maizen Saftana, Membangun Partai Dengan Keteladanan

- Minggu, 19 Juni 2016 18:43 WIB
1.008 view
Maizen Saftana, Membangun Partai Dengan Keteladanan
Binjai (SIB)- Berbicara membangun partai, dewasa ini identik dengan biaya kampanye dan pencitraan yang jor-joran. Padahal sebagai wadah pendidikan politik bagi rakyat, keteladanan dalam partai seharusnya merupakan nafas.

Hal itu pulalah yang menjadi keyakinan bagi pria kelahiran 2 Mei 1971, Maizen Saftana. Politik adalah keteladanan. Malang melintang di dunia jurnalis, membuat Maizen kaya akan pengalaman bersosialisasi dengan berbagai kalangan masyarakat.

Sempat menjadi Kabag Humas Panwaslu Sumut pada tahun 2009 lalu, dia melihat ada yang kurang dalam proses demokratisasi baik di daerah maupun di pusat.

"Kekurangan demokrasi saat ini, partai selalu identik dengan mesin kekuasaan yang melayani pemilik modal, hal-hal ideologis tidak menjadi substansial dalam kehidupan berpartai",ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/5).

Hal itulah yang menggerakkannya masuk ke partai yang baru dideklarasikan setahun lalu, Perindo (Persatuan Indonesia). Baginya, bergabung ke partai besutan 'bos media' Hary Tanoesoedibjo bukan langkah aji mumpung.

Baginya, misi partai mewujudkan Indonesia sejahtera adalah hal yang genting untuk diwujudkan. Sekaligus, bergabung ke dalam sebuah partai baru adalah kesempatan emas baginya untuk mengurus partai berdasarkan keyakinannya yakni membangun partai dengan keteladanan.

Hal itu, ia buktikan dengan pernyataan tegasnya bahwa jabatannya sebagai Ketua Perindo Binjai tidak akan serta membuat dirinya mendapat nomor urut paling atas pada saat pemilihan legislatif.

"Saya akan fokus mengurus partai, sehingga ini komitmen yang sudah saya tegaskan di internal pengurus dan kader bahwa saya tidak akan ikut ambil bagian sebagai calon legislatif. Namun saya akan tetap fokus membangun dan membesarkan partai," kata mantan pengurus PWI Cabang Sumut itu.

Banyak pihak yang meragukan komitmennya itu. Namun hal itu dirasanya wajar. Mungkin, karena stigma yang melekat dalam partai adalah makin tinggi jabatan seseorang maka makin banyaklah hal prestise yang diperoleh orang itu dalam partai. Hingga sekarang, tercatat 1400 orang telah terdaftar sebagai kader partai, dan ia optimis jumlah itu akan terus bertambah.

"Waktu akan menguji yang saya ucapkan," ujarnya. Itulah keteladanan yang menjadi modal baginya dalam membangun partai."Kita sebagai pemimpin harus berkorban untuk melayani dan membesarkan komunitas," ujarnya.(A32/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru