Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026
Dari Kunjungan Wartawan SIB (Nelly Hutabarat dan Dody Silaban) ke China

FUZIAN; MENGENAL PROFIL PROVINSI KEBANGGAAN CHINA

* Hanya Dalam 15 Tahun, Sudah Miliki Infrastruktur Megah dan Lengkap * Kota Xiamen Olah Sampah Menjadi Energi Listrik
- Minggu, 18 September 2016 15:23 WIB
1.175 view
FUZIAN; MENGENAL PROFIL PROVINSI KEBANGGAAN CHINA
SIB/ Dody Silaban
BERI KETERANGAN: Wang Tian Ming, Wakil Direktur Jenderal Kantor Hubungan Luar Negeri Provinsi Fujian saat memberikan keterangan pers kepada SIB dan rekan media lainnya di Fuzhou, ibu kota Provinsi Fujian.
Pembangunan di Tiongkok tidak hanya terfokus di pusat, namun juga merata hingga ke tingkat kota/kabupaten. Infrastruktur sebagai pendongkrak pertumbuhan ekonomi dibangun dengan konsep berkelanjutan, terintegrasi dan mengakomodasi kepentingan seluruh warga. Fakta itu terlihat dari pembangunan fisik di kota Fuzhou, Nanjing, Zhangzhou, Xiamen dan Quanzhou yang dikunjungi kru media asal Medan (termasuk wartawan SIB, Nelly Hutabarat dan Dody Silaban) pada tanggal 4-11 September 2016, yang difasilitasi Konsulat Tiongkok di Medan.

Wang Tian Ming, selaku Wakil Direktur Jenderal Kantor Hubungan Luar Negeri provinsi Fujian mengatakan, setelah bekerja keras selama 15 tahun, pembangunan infrastruktur di Fujian dapat diwujudkan berkat kerjasama yang baik melibatkan seluruh warga, termasuk peran serta media dan pihak keamanan. "Kemajuan pesat kota-kota di provinsi Fujian terwujud dalam 15 tahun terakhir. Terimakasih buat kerjasama semua warga, termasuk peran pekerja pers dan ketegasan pihak keamanan," ungkap Wang saat menjamu kedatangan SIB dan kru media  lainnya di kota Fuzhou, ibu kota provinsi Fujian.

Berdasarkan buku profil provinsi Fujian yang dibagikan kepada SIB, Fujian terletak di pesisir pantai tenggara Tiongkok menghadap ke Selat Taiwan. Ada 5 bandara di Fujian yakni: Fuzhou Changle International Airport, Xiamen Gaoqi International Airport, Wuyishan Airport, Jinjiang Airport dan Guanzhaishan Airport dengan total kemampuan mengakomodir 23,85 juta penumpang. Dengan selesainya pembangunan 1168 Km jalur kereta api baru tahun ini, maka total panjang rel kereta api di provinsi Fujian meluas hingga 3300 Km, di mana 1500 Km di antaranya adalah jalur rel kereta api cepat. Panjang jaringan jalan yang selesai dibangun di provinsi Fujian telah mencapai 100.000 Km, di mana 5000 Km di antaranya adalah jaringan jalan bebas hambatan (jalan tol). Seluruh kota dihubungkan dengan jaringan rel kereta api cepat, semua kabupaten terhubung dengan jalan bebas hambatan dan setiap desa di provinsi Fujian dilalui layanan bus massal.

Berdasarkan pantauan SIB, hampir seluruh ruas jalan di 5 kota tersebut dibangun dengan ukuran cukup lebar (diperkirakan lebih dari 30 meter), bahkan hingga ke wilayah pinggiran. Setiap ruas jalan dibangun dengan dua jalur dan masing-masing dilengkapi lajur khusus, termasuk untuk pengendara sepeda dan pejalan kaki. Sepanjang ruas jalan juga disediakan ruang terbuka hijau, ditanami beragam tanaman hias yang ditata rapi dan terawat. Di setiap sudut jalan, kita juga bisa menemukan depot penyewaan sepeda. Untuk bisa menyewa sepeda tersebut, warga harus terlebih dulu menyimpan (deposit) uang di bank lokal senilai Rp400.000. Apabila warga hanya menyewa sepeda tidak lebih dari satu jam tidak dikenakan biaya, namun bila lebih dari satu jam hanya dikenakan biaya RMB1.

Di tepi ruas jalan utama dalam kota juga dibangun toilet modern, yang bisa digunakan warga tanpa dikenai biaya. Jangan heran ketika anda susah menemukan sepedamotor berbahan bakar bensin berseliweran di 5 kota tersebut. Warga lokal di Tiongkok sepertinya sangat peduli pada kelestarian lingkungannya, dengan lebih memilih menggunakan kendaraan bertenaga listrik, seperti sepeda listrik sebagai alat transportasi sehari-hari.

Ketegasan pihak berwenang dalam menegakkan peraturan juga tercermin dari perilaku warga dalam berlalu lintas. Warga melakukan aktifitasnya benar-benar menghargai pengguna jalan lainnya dengan tertib mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Menurut keterangan seorang warga, setiap surat izin mengemudi (SIM) di Tiongkok hanya dibatasi dengan 12 poin. Setiap pelanggar lalu lintas akan dikurangi 3 poin. "Artinya pemilik SIM hanya diberi toleransi melakukan pelanggaran 4 kali. Lebih dari itu, SIM akan ditarik dan si pengendara akan sulit sekali mendapatkan SIM," demikian pengakuan seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasi.

Hampir seluruh bus dalam kota di provinsi Fujian tidak lagi menggunakan mesin diesel, namun beralih ke tenaga listrik dan LNG (gas). Karena alasan itu pula lah mungkin tarif ongkos bus massal di dalam kota-kota provinsi Fujian amat terjangkau. Tidak peduli sejauh mana tujuan anda di dalam kota, anda hanya cukup membayar tarif RMB 1 (sekira Rp2.000) sekali perjalanan.

Untuk mempercepat kelancaran arus komuter, barang dan jasa, jalan tol dan jaringan rel kereta-api listrik juga dibangun lengkap dengan fasilitas modern pendukungnya. Walau kota/kabupaten di provinsi Fujian dikelilingi pegunungan, tidak jadi penghalang untuk membangun jalan tol maupun jalur kereta-api cepat lintas kota dalam provinsi. Moda transportasi darat dengan lancar, cepat dan nyaman dapat mengakses seluruh kota di provinsi Fujian bahkan melalui jalan terowongan yang dibangun menerobos area pegunungan. Jembatan-jembatan megah juga dibangun membelah sejumlah sungai lebar yang mengalir di provinsi Fujian, yang dilain hal bisa menjadi daya tarik wisata.

BANGUN PUSAT OLAHRAGA
Tidak hanya infrastruktur jalan dan jembatan, pemerintah provinsi Fujian juga membangun sarana olahraga bertaraf internasional. Salah satunya ada di kota Fuzhou, ibu kota provinsi Fujian. Bangunan megah senilai RMB 4 milliar (sekira Rp8 triliun) dilengkapi berbagai gelanggang cabang olahraga, mulai dari bulu tangkis, basket, kolam renang hingga stadion sepakbola bertaraf internasional. Tidak hanya itu, pusat kegiatan olahraga yang dibangun di lahan seluas 360.000 m2 tersebut juga dilengkapi fasilitas kesehatan dan perkampungan (asrama) atlet. Khusus stadion sepakbola memiliki luas 150.000 m2, yang mampu menampung penonton hingga 60.000 orang. Sedangkan untuk lapangan basket bisa menampung 10.000 penonton, tenis meja 2.000 orang dan renang 4. 000 penonton.

Pusat kegiatan olahraga bernama Fuzhou Strait Olympic Sports Centre (FSSC) tersebut berlokasi di kawasan Cang Shan (sekitar 20 menit) dari pusat Kota Fuzhou. Proyek FSSC mulai dikerjakan  Agustus 2012 dan selesai Oktober 2014. Rancang bangunnya dikerjakan oleh China State Construction Engineering Coorporation (CSCEC) yang merupakan kontraktor BUMN lokal.

Sejak tahun 2015 dan 2016  FSSC sudah dimanfaatkan sebagai tempat menggelar pertandingan olahraga tingkat nasional dan provinsi. Menjadi pusat kegiatan olahraga terbesar di provinsi Fujian, FSSC kini adalah ikon utama kota Fuzhou. Provinsi Fujian juga melahirkan seorang atlet badminton terbaik Tiongkok, yakni Lin Dan yang pernah 2 kali juara olimpiade, 5 kali juara dunia, dan 5 kali Juara All England.

OLAH SAMPAH MENJADI ENERGI LISTRIK
Pertumbuhan ekonomi selalu dibarengi tingkat konsumsi yang tinggi dan pasti akan menghasilkan banyak sampah. Tidak ingin lingkungan tercemari sampah, pemerintah Fujian pun membangun sejumlah pusat penampungan dan pengolahan sampah. Salah satu fasilitas itu ada di kota Xiamen, di mana pusat daur ulang sampah tersebut bisa merubah sampah menjadi energi listrik dan beberapa produk lainnya.

Setiap hari, rata-rata 1.500-1.600 ton sampah rumahtangga diolah di pusat pengolahan sampah bernama Xiamen Enviromental Energy Investment & Development Co. Ltd (XMEEI&D) yang berlokasi di distrik Huli, kota Xiamen. Dari keseluruhan sampah yang diolah tersebut, mampu dihasilkan 46 MW energi listrik. Sebanyak 36 MW dijual kepada perusahaan listrik negara Tiongkok, sisanya untuk keperluan operasional perusahaan yang adalah milik pemerintah kota Xiamen.

Huang Shiqing, wakil direktur XMEEI&D dalam paparannya ketika menyambut kedatangan SIB mengatakan, saat ini kota Xiamen sedang membangun 2 fasilitas serupa yang menggunakan teknologi pengolahan sampah terbaru. Dalam pengembangan teknologi, XMEEI&D menjalin kerjasama dengan perusahaan pengolahan sampah asal Swiss. Lebih lanjut, Huang mengungkapkan bahwa fasilitas pengolahan sampah tersebut hanya menampung sampah rumahtangga.

Sementara sampah-sampah non rumahtangga, seperti hotel dan mal, menurut Huang dikelola sendiri oleh pengusaha untuk keperluan tambahan energi listrik bagi usaha mereka.

Meski menggunakan teknologi sederhana, namun dalam perkenalan alurnya terlihat mekanisme pengolahan sampah di distrik Huli sangat baik. Walau menampung sampah identik dengan kotoran dan bau busuk, namun fasilitas tersebut sama sekali jauh dari kesan kotor dan bau.

Dari pantauan SIB, sampah rumahtangga yang diangkut oleh truk dikumpulkan dalam bak penampung besar setinggi 8 meter melalui 6 pintu. Kemudian sampah digaruk oleh mesin penggaruk lalu  dimasukkan ke dalam bak pemilah yang dimonitor 2 petugas  untuk diolah. Sampah yang bisa diolah kemudian dimasukkan ke dalam mesin pengolah, sedangkan yang tidak bisa diolah akan dibakar di tungku dan dicampur semen untuk diendapkan agar tidak menghasilkan bau. Sampah rumah tangga diambil dengan menggunakan truk. Setiap truk mampu mengangkut 5-8 ton sampah. Khusus bak penampungan besar mampu menampung sampah antara 3 sampai 5 hari. Hari-hari besar keagamaan  merupakan hari dimana jumlah sampah terbilang meningkat.

BANGUN SENTRA EKONOMI
Pemerintah Tiongkok memberikan perhatian besar untuk meningkatkan perekonomian negaranya ketimbang ribut soal politik. Sambil memikirkan infrastruktur, sejumlah sentra perputaran uang juga dibangun.

Beberapa dari sentra itu ada di kota Fuzhou dan Zhangzhou. Di kota Fuzhou, pemerintah provinsi Fujian mendirikan bursa (sejenis perusahaan makelar) hasil laut ASEAN-Tiongkok. Di tempat yang diberi nama China ASEAN Marine Product Exchange (CAMPE) tersebut sejumlah perusahaan hasil laut dari negara-negara ASEAN mendaftarkan jenis dan stok hasil laut perusahaannya.

Desheng Zhang selaku Direktur CAMPE mengungkapkan, bursa tersebut didirikan pada Februari 2015 sebagai bursa profesional yang menyediakan layanan perdagangan perikanan online, sistem kontrol kualitas skala besar, solusi keuangan yang bisa disesuaikan dan layanan sistem logistik. Tujuan utama bursa tersebut adalah menciptakan saluran perdagangan berpengaruh bagi ekonomi maritim Tiongkok-ASEAN.

Bursa tersebut menerapkan sistem keanggotaan dan mekanisme marjin (keuntungan). Bursa tersebut dikatakan mampu menarik perusahaan-perusahaan perikanan terkemuka Tiongkok dan ASEAN menjadi anggota dan menyediakan model perdagangan fleksibel beragam produk makanan laut. Selain itu juga ditujukan untuk mempromosikan kerjasama maritim ASEAN-Tiongkok. Juga menjamin keamanan distribusi produk laut antara Tiongkok dan mitra dagangnya.

Pembangunan CAMPE, yang disetujui pemerintahan pusat di Beijing, adalah bursa gabungan (joint venture) yang berlokasi di Qingzhou Road, distrik Mawei, Fuzhou. Bursa tersebut adalah salah satu dari 18 proyek yang didukung lembaga China-ASEAN Maritime Cooperation Funds, yang diumumkan oleh PM Tiongkok Li Keqiang dalam KTT ASEAN-China ke-16 pada 9 Oktober 2013, dan menjadi puncak dari program "Jalur Sutra Maritim Abad 21" yang dicanangkan pemerintah Tiongkok.

Selain di sektor hasil laut, provinsi Fujian punya sentra taman dan tanaman hias. Fasilitas itu ada di kota Zhangzhou. Dibangun di atas lahan seluas 3.000 hektar, sentra diberi nama Haixia Biotech tersebut difungsikan sebagai wadah pembibitan dan pamer produk bagi perusahaan pertamanan dan tanaman hias.

"Kami memiliki 3.000 jenis tanaman hias mulai harga murah hingga ratusan juta yuan," kata seorang petugas pemandu sentra tersebut. Ia mengatakan, saat ini sudah 200 perusahaan yang menyewa lahan seluas 1500 hektar dari total 3.000 hektar luas lahan. "Jadi setelah dimanfaatkan lahan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan masing-masing," ungkap petugas tersebut.

Keuntungan perusahaan diperoleh dari penyewaan lahan dan biaya administrasi yang dibayar setiap tahun. Yang banyak memanfaatkan lahan tersebut yakni perusahaan lokal dan beberapa perusahaan luar negeri, seperti dari Taiwan dan Jepang. Haixia Biotech didirikan tahun 2009 dan sepenuhnya milik pemerintah.

Berdasarkan pantauan SIB, beberapa dari tanaman di sentra tersebut juga dapat ditemukan di Indonesia, termasuk pohon pinus dan cemara. Setiap kavling perusahaan penyewa ditata dengan apik dilengkapi dengan taman mini berisi tanaman hias hasil budi daya mereka.

PEMBIBITAN KHUSUS ANGGREK
Masih di kota Zhangzhou, beberapa kilometer dari sentra taman Haixia Biotech anda juga bisa menemukan perusahaan khusus pembibitan dan budidaya phalaenopsis (varitas bunga anggrek).

Di perusahaan bernama Jiuh-Bao Biotechnologi Inc tersebut dibudidayakan lebih dari 1.000 jenis phalaenopsis. Jiuh-Bao mengkhususkan diri pada Riset dan Pengembangan (R&D) serta budidaya phalaenopsis.

Perusahaan asal Taiwan yang diberi hak khusus manajemen import & eksport tersebut didirikan tahun 1988. Pantauan SIB, seluruh ruangan tempat budidaya bunga anggrek disejukkan dengan semburan penyejuk udara (AC). (l)











SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru