Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Brigjen Al-Faghm Berkepala Plontos yang Setia Kawal Raja Salman

- Minggu, 12 Maret 2017 12:56 WIB
879 view
Seorang pria berbadan tegap berdiri tidak jauh dari pemimpin Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, saat turun dari pesawat setelah mendarat di Malaysia juga di Indonesia. Pria tersebut bukan orang yang asing dalam jajaran lingkaran terdekat Raja Salman.

Pria tersebut adalah Brigadir Jenderal Abdul Aziz Al-Faghm, pengawal pribadi Raja Salman. Pria selalu berada di sisi Raja Salman tersebut bukan orang sembarangan. Dalam kurun 10 tahun, dia adalah sedikit orang yang mendapat keistimewaan mendampingi ke mana pun Raja Saudi pergi.

Brigjen Al-Faghm adalah pengawal pribadi Raja Salman. Dia telah melayani Raja Saudi selama 10 tahun sejak raja sebelumnya yaitu Raja Abdullah. Dia adalah perwira militer terpilih yang mengemban tugas untuk menjadi perlindungan terakhir Sang raja.

Mengutip Arab News, Brigjen Al-Faghm lulus dari sekolah perwira King Khaled Military College pada tahun 1991. Setelah lulus dia ditempatkan di Brigade Khusus hingga kemudian pindah ke satuan pengamanan Raja.

Dia adalah hasil dari reformasi militer yang dibangun 15 tahun yang lalu. Sebelumnya, personel angkatan bersenjata Kerajaan Saudi tidak memiliki kemampuan yang mumpuni. Sehingga, reformasi dilakukan untuk meningkatkan keterampilan pasukan dan teknologi persenjataan. Pasukan dengan kemampuan khusus adalah hasil dari reformasi militer.

Pengamat militer sekaligus penulis Thomas Wictor menyebut Brigjen Al-Faghm sebagai simbol sukses reformasi militer Arab Saudi. Dia memiliki berbagai kemampuan khusus yang membuatnya layak mengemban tugas berat sebagai penangkis peluru yang mengarah ke Raja Salman.

Sebagai seorang prajurit pasukan khusus, Brigjen Al-Faghm memiliki kemampuan khusus. Brigjen Al Faghm memegang 9 sertifikasi kualifikasi keterampilan perang. Sebanyak 7 sertifikasi dari Angkatan Bersenjata Arab Saudi, dan 2 sertifikasi dari US Army. Sertifikasi yang dipegang menunjukkan keterampilan Brigjen Al-Faghm yang beragam. Dia memiliki kemampuan khas pasukan khusus, artileri, antiteror, hingga pengoperasian pesawat tempur.

Sosok Brigjen Al-Faghm tidak hanya tentara yang piawai, namun juga prajurit yang setia pada negara. Kisah kesetiaannya pernah menjadi sorotan ketika pemakaman Raja Abdullah tahun 2015. Ketika jenazah diangkat, dia berdiri di samping tandu, sebagaimana dia lakukan terus selama 10 tahun. 

Pengabdian Al-Faghm berlanjut kemudian menjadi pengawal raja berikutnya, yaitu Raja Salman. Pria berumur 50-an tahun ini merupakan lulusan akademi militer King Khaled Military College pada tahun 1991. Yang menarik, ayah Al-Faghm juga mengabdi untuk Raja Saudi sebelumnya selama 30 tahun. (Detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru