Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026
Luncurkan Buku Biografi

H Anif : Kami Pernah Berada Dalam Garis Kemiskinan

- Minggu, 02 April 2017 16:39 WIB
1.320 view
H Anif : Kami Pernah Berada Dalam Garis Kemiskinan
SIB/Dok
FOTO BERSAMA : Tokoh Sumatera Utara yang juga pengusaha sukses H Anif foto bersama tokoh agama, tokoh pemuda dan lainnya di sela-sela peringatan HUT ke-78, Kamis (23/3) malam di Hotel JW Marriot Medan.
Medan (SIB) -Tokoh Sumatera Utara dan pengusaha sukses H Anif rayakan Hari Ulang Tahun ke-78 sekaligus peluncuran buku biografinya, Kamis (23/3) malam di Hotel JW Marriot Medan. "Kehidupan yang paling berharga adalah persahabatan. Kehadiran sahabat dan saudara selalu mendatangkan suka cita dan penuh harapan kepada Allah SWT, akan keberkahan bagi hidup kita", kata H  Anif  dalam sambutan.

Menurut H Anif, peluncuran buku ini  sebagai bentuk pelajaran kepada keluarga besarnya. Menunjukkan bahwa mengarungi kehidupan penuh dengan perjuangan, kerja keras dan kejujuran.

"Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau kaumnya sendiri tidak merubahnya. Buku ini tentu mengisahkan perjalanan saya dan keluarga saya.
Dalam buku ini diungkap bahwa kami juga pernah berada dalam garis kemiskinan. Tetapi atas karunia Allah SWT sedikit demi sedikit kehidupan kami mengalami perubahan," kata pria yang memiliki 9 anak, 27 cucu dan 5 cicit ini.

Mewakili keluarga H Anif, Musa Ichwanshah dalam sambutannya, ia berharap di antara banyak buku biografi yang ada dan sudah terbit terdahulu, biografi ayahandanya tersebut bisa menjadi sumbangan buat dirinya sendiri, juga generasi muda bangsa serta khalayak luas.

Penulis buku biografi H Anif, Toga Nainggolan mengungkapkan, ide untuk menulis kisah hidup Pak Anif muncul begitu saja. Peluncuran buku biografi ini menurutnya salah satu bukti bahwa dalam hidup tidak ada yang tidak mungkin dicapai oleh seorang manusia. "Proses penulisan buku ini disusun selama 10 tahun," kata Toga.

Toga sedikit menceritakan awal sebelum penulisan buku biografi H Anif ini dimulai. "Pak Anif berkeinginan agar kisah hidupnya yang penuh warna, bisa diwariskan kepada anak dan cucunya. Tidak perlu dicetak banyak-banyak, terbatas untuk keluarga saja untuk mereka baca dan ambil pelajaran, terutama saat Anif sudah meninggalkan mereka," ucap Toga menirukan ucapan H Anif kala itu. "H Anif juga katakan agar memotret dirinya dengan sebenar-benarnya. Tidak hanya komentar positif juga negatif. Kalau yang berbau dan mengarah ke fitnah, bisa dikonfirmasikan ke dirinya," tambah Toga.

Buku berjudul "Hidup Ikhlas Tanpa Tipu Muslihat" ini, menurut Toga, sangatlah baik dijadikan sumber inspirasi, anutan dan acuan bagaimana seharusnya menjadi manusia. Manusia sesungguhnya tidak saja bisa mengatasi persoalan dan meningkatkan taraf kehidupannya sendiri tetapi juga membantu orang lain untuk memperbaiki kualitas kehidupan mereka.

"Justru karena itu saya kurang sependapat jika kisah yang pasti penuh dengan inspirasi itu, dijadikan warisan eksklusif kepada anak dan cucunya. Jika diterbitkan menjadi sebuah buku, tentu saja akan lebih banyak orang berpeluang mendapat inspirasi," katanya.

Sebelumnya, anak, cucu dan cicit H Anif memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadanya. Diiringi lagu selamat ulang tahun, mereka semua berkumpul di depan panggung. H Anif lantas memotong kue dan menyulangi satu persatu anak dan cucunya.

Turut hadir dalam acara HUT ke-78 sekaligus peluncuran buku biografi H Anif; Mantan Wapres RI keenam Tri Sutrisno, mantan Menteri Penerangan Harmoko, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim, Ketua BPK Ari Azhar Aziz, Pangkostrad Edy Rahmayadi, Muspida plus, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kalangan akademisi,  kalangan seniman, tokoh lintas agama, Kasdam I/BB, para bupati dan wali kota se Sumut, pimpinan media massa dan tamu undangan yang berhadir.

Acara turut dimeriahkan penyanyi lawas Ebiet G Ade  yang membawakan beberapa tembang topnya, dan membuat suasana kian hangat malam itu. (Rel/A12/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru