"Program CSR kami itu view jangka panjang, yang bertujuan menjadikan Batang Toru dan Muara Batang Toru siap untuk menghadapi kondisi di saat Agincourt Resources sudah tidak lagi beroperasi," ucap Rahmat.
Sukses dengan Program PPM tak membuat Rahmat lupa jika kegiatan ekstraksi sumber daya alam harus berjalan berdampingan dengan kontribusi signifikan dan terukur terhadap konservasi alam.
Mengawetkan hutan dan keanekaragaman hayati di dalam kawasan hutan Batang Toru, yang nota benenya merupakan titik eksplorasi, Rahmat menetapkan sekitar 2.000 hektare wilayah dalam Kontrak Karya (CoW) sebagai kawasanbiodiversity refugia(tempat berlindung satwa).
Rahmat juga mengomandoi pencetakan keanekaragaman hayati berskala besar di luar area operasi tambang. Proyek kompensasi yang mencakup sekitar 3.700 hektare ini dirancang untuk mengimbangi dampak keanekaragaman hayati yang tidak dapat dihindarkan, dengan melindungi dan memulihkan kawasan yang lebih luas dan bernilai ekologis tinggi.
Baca Juga:
Tak mengherankan, berbagai penghargaan diraih Agincourt Resources semisal, empat piala dari ajang Good Mining Practices Award 2023 dan satu piala dari Subroto Award 2023, perusahaan terbaik Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice) 2024, dan penghargaan Subroto Award 2024 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Selain itu, PT Agincourt Resources meraih tujuh penghargaan dalam ajang Ecotech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2025 dan penghargaan Gold AwardkategoriEco-Hazard Innovationpada ajangEco-Tech Pioneer and Sustainability Award(EPSA) 2025, dan penghargaan TOP CSR Awards 2025 #Star 5.
Masih banyak lagi penghargaan yang diraih PT Agincourt Resources, yang jika dituliskan akan semakin menguak daftar keberhasilan Tambang Emas Martabe dalam menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice).