Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026
Jaksa Masuk Sekolah, Kajatisu Irup di SMA Negeri 4 Medan

M Yusni: Bahaya Narkoba dan Korupsi Bisa Meluas, Harus Jadi Perhatian Semua Pihak

- Rabu, 16 Maret 2016 18:26 WIB
465 view
M Yusni: Bahaya Narkoba dan Korupsi Bisa Meluas, Harus Jadi Perhatian Semua Pihak
SIB/dok
Kajatisu HM Yusni SH MH usai memimpin upacara di SMA Negeri 4 Medan Jalan Gelas/Ayahanda, Senin (14/3) foto bersama dengan kepala sekolah dan para siswa Berprestasi.
Medan (SIB)-  Kajatisu HM Yusni SH MH mengatakan, tingginya penyalahgunaan narkoba serta dampaknya yang bisa meluas seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, konsumsi alkohol, geng motor dan tawuran di kalangan pelajar dan pemuda, harus menjadi perhatian serius semua pihak. 

”Ini bisa dilihat dari penelitian sebuah lembaga survey,sekitar 70 persen penyalahgunaan narkoba dari kalangan generasi muda mulai pelajar sampai mahasiswa”,ungkap Kajatisu dalam sambutannya, seusai tampil sebagai Irup (Inspektur Upacara) di SMA Negeri 4 Medan Jalan Gelas/Ayahanda Senin (14/3) pagi. 

Untuk itu Kajatisu yang muncul di tengah tengah siswa SMA Negeri 4 Medan dalam rangkaian program Jaksa Masuk Sekolah ini, mengajak para orangtua dan kalangan pendidik agar melakukan pengawasan kepada anak-anak agar terhindar dari adanya perilaku menyimpangan. Selain memberi arahan tentang bahaya narkoba, Kajatisu juga mengingatkan bahaya tentang korupsi yang dampaknya merugikan negara. 

“Ini perlu diingatkan dari sekarang khusus bagi para pelajar untuk bersikap jujur sejak dini, karena perilaku korupsi itu cikal bakalnya berawal dari ketidakjujuran”, kata dia. 

Oleh karena itu, langkah awal untuk pencegahan korupsi adalah senantiasa menghindari perilaku-perilaku yang bersifat koruptif, dengan mengedepankan kejujuran dalam setiap perbuatan. Untuk ini perlu diadakan sosialisasi dan penyuluhan di sekolah berkesinambungan. Di sisi lain pengarahannya, Muhammad Yusni juga menyinggung dampak dari pergaulan bebas dengan terbentuknya forum LGBT. 

Selain bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan norma agama, menurut dia, LGBT bukanlah perwujudan dari hak azasi manusia dalam perspektif budaya bangsa dan agama yang kita anut. Terlebih LGBT adalah budaya bangsa barat yang tidak boleh kita ikuti dengan dalih apapun. Usai memberi pengarahan, Kajatisu mengucapkan selamat kepada enam pelajar SMA Negeri IV Medan yang meraih prestasi ditingkat nasional dan internasional. 

Di antaranya, Anggi Pindo Winata, Mayang Sari dan Jeremi Christian Simanjuntak sebagai Juara Favorit Olimpiade Pahlawan Nasional, Dinda Putri Juara Pertama Renang Pra PON tingkat nasional, M Fahmi Sanusi Juara pertama world karate federation tingkat internasional 2015 dan Risha Laurent, juara pertama Karate Yunior tingkat Asia. Turut hadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Marasutan, Kepala SMA Negeri IV Ramly serta jajaran Muspika Kecamatan Medan Petisah. (Rel/BR1/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru