Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026
Komputer Terbatas, UNBK Tidak Dapat Dilakukan Serentak

UN Dua Model Timbulkan Celah Kecurangan

- Rabu, 13 April 2016 18:16 WIB
108 view
Jakarta (SIB)- Tidak serentaknya pelaksanaan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) dan UN Berbasis Komputer (UNBK) menjadi celah terjadinya kecurangan UN. Ke depan, pelaksanaan UN akan dibuat serentak atau didorong untuk menjadi satu model ujian saja.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Kemdikbud, Nizam mengakui pelaksanaan UN dengan dua model masih meninggalkan pekerjaan rumah bagi Kemdikbud. Tidak samanya jadwal kedua model ujian tersebut kerap menjadi godaan bagi pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menimbulkan celah kecurangan.

"Salah satu kelemahan berjalannya UNKP dan UNBK saat ini adalah tidak samanya jadwal kedua model ujian tersebut terutama pada jenjang SMA. Hal itu mendorong pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengunggah dokumen rahasia," kata Nizam di Jakarta, Senin (11/4).

Pernyataan ini disampaikan Nizam ketika dikonfirmasi soal perintah sinkronisasi ulang server UNBK di hari terakhir penyelenggaraan UNBK. Kabar sinkronisasi ulang soal itu didapat dari laporan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melalui Sekjennya, Retno Lisyarti.

Menurut Retno, FSGI mendapat laporan bahwa sinkronisasi server dilakukan karena ada soal-soal baru yang sama sekali berbeda untuk dikerjakan peserta UNBK yang mendapat giliran dua hari terakhir. Kecurangan, menurut laporan tersebut, terjadi perbedaan soal baik paket maupun pengacakan antara peserta UN yang mendapat giliran awal, dengan yang terakhir.

"Penggantian soal sepertinya dilakukan karena ada dugaan soal-soal yang dipakai oleh peserta UN sebelumnya telah menyebar," kata Retno.

Seperti diketahui, karena keterbatasan fasilitas komputer di sekolah memaksa UNBK tidak dapat dilakukan secara serentak. Dengan kata lain, pelaksanaannya bergantian antar siswa, sehingga jadwal pelaksanaan UNBK lebih panjang ketimbang UNKP.

Jika UNKP jenjang SMA sudah selesai sejak 4 April pekan lalu, maka pelaksanaan UNBK masih berlangsung hingga Selasa (12/4).

CELAH KEBOCORAN
Pelaksanaan UNKP yang lebih dulu selesai ini memberi celah untuk terjadinya kebocoran materi soal. Soal serupa ini secara teknis menguntungkan peserta UNBK, terutama yang mendapat giliran terakhir. "Karena dimungkinkan peserta yang sebelumnya memberikan bocoran soal-soal apa saja yang diujikan," ungkap Retno.

Celah ini pernah disampaikan FSGI pekan lalu dan sinkronisasi ulang server diduga untuk merespons masukan tersebut. Retno mengungkapkan, bahwa beredar pesan berantai melalui media sosial yang menggunakan akun atas nama Mendikbud Anies Baswedan.

Di mana isinya memerintahkan panitia UN untuk melakukan sinkronisasi ulang server. "Pesan itu disampaikan lewat media sosial, di mana ada di akun tersebut ada foto Mendikbud," ujar Retno.

Isi pesan tersebut mengungkapkan, bahwa soal UNBK hari Senin dan Selasa sebenarnya sudah masuk ke-server sekolah (sudah disinkronisasi). Namun karena soal UNKP ditengarai banyak diketahui oleh peserta UNBK maka soal Senin dan Selasa akan diganti (server akan disinkronisasi lagi).

Pihak yang mengatasnamakan Mendikbud tersebut mengimbau para guru untuk memberi informasi kepada siswa agar tidak hanya belajar dari soal bocoran UNKP saja. "Tetapi harus belajar soal yang lain, karena ada kemungkinan besar akan berubah," tulis akun tersebut.

Akun tersebut kemudian dinyatakan hoax oleh Nizam, dan keterangan terkait akun palsu tersebut disampaikan dalam akun Facebook resmi milik Mendikbud.

Jika akun tersebut benar, kata Retno, mengindikasi bahwa soal UNKP dan UNBK bocor ke siswa sehingga soal untuk UNBK Senin dan Selasa (11 dan 12 April) mendesak untuk diperbarui.

Posko FSGI juga mendapat laporan dari admin di sekolah yang diperintahkan melakukan sinkronisasi server. "Ada seorang admin di salah satu sekolah mengatakan bahwa ada perintah sinkronisasi server dari Kemdikbud dan dia beserta 2 orang temanya sesama admin terpaksa lembur untuk melakukan sinkronisasi server tersebut di minggu," ungkap Heru Purnomo, Ketua SEGI Jakarta. (KJ/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru