Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Tak Satupun Berasal dari SMA Negeri di Kota Medan

* 39 Siswa SMA se-Sumut ke Olimpiade Sains Nasional di Palembang, 15-21 Mei
- Rabu, 20 April 2016 18:14 WIB
204 view
Jayapura (SIB)- Ini sungguh jarang terjadi. Diduga akibat komandan ringan tangan kepada anak buah, anggota Kodim 1708/BN Biak Mumfor, Papua `demo` ke Markas Korem 173/PVB.

Beredar kabar, Serda FR sekitar pukul 11.00 WIT, Senin (18/4) digampar oleh Dandim Letkol Inf GEP tanpa alasan jelas. Bahkan  sang sersan dikabarkan  sempat visum ke rumah sakit di Biak.  Atas kejadian ini, ternyata keluarga Serda FR tidak terima, lalu mencoba menemui oknum Dandim di markas, tapi saat itu tidak berhasil.

Sementara itu, merasa pernah diperlakukan hal serupa oleh komandannya, sejumlah anggota Kodim 1708/BN mendatangi markas Korem 173/PVB dengan mengendarai motor. Mereka ini menyampaikan aspirasi kepada Danrem 173/PVB.

Tetapi, Danrem saat itu tidak ada di tempat. Mereka hanya hanya ditemui Kasi Intel Korem 173/PVB, Kolonel Wahyu Handoyo. Dalam pertemuan itu, Wahyu meminta kepada anggota Kodim yang menjadi korban pemukulan oknum Dandim untuk didata. Selanjutnya akan diperiksa Kasiopsrem Korem 173/PVB, Kolonel Inf Rudi Jayakarta.

Kepala Penerangan Kodam 17 Cenderawasih, Kolonel Inf Teguh Puji Raharjo, Selasa (19/4) menyatakan bahwa hal tersebut bukan merupakan aksi demo. "Masa tentara demo, kayak sipil saja. Mereka itu mau melaporkan kepada Danrem tentang kondisi satuannya, namun tidak ketemu sama Danrem, hanya ditemui Kasi Intel Korem," ujar Teguh. (PK/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru