Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Soal Tak Pantas Buat Anak SD, Wagub: Gurunya Perlu Belajar Pedagogi

- Rabu, 25 Mei 2016 17:12 WIB
150 view
Soal Tak Pantas Buat Anak SD, Wagub: Gurunya Perlu Belajar Pedagogi
Jakarta (SIB) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku geregetan terhadap guru SD yang memberikan PR kepada siswanya soal perceraian dan pembunuhan. Guru yang memberikan soal itu perlu belajar lagi soal pedagogi.

"Guru yang bikin soal tersebut perlu direparasi otaknya," ujarnya di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (24/5) sambil menambahkan, guru seperti itu perlu belajar lagi tentang pedagogi (ilmu yang bersifat mendidik.

Djarot yang juga pengajar (dosen), menghadapi persoalan konyol di lingkungan pendidikan seperti ini, naluri dosen muncul. "Guru tersebut perlu diajar lagi tentang ilmu pendagoginya, apalagi khusus untuk anak-anak. Materi soal tentang kekerasan dan perceraian itupun  belum cocok untuk pelajar SMP, apalagi untuk SD," tambahnya.

Untuk diketahui, Wagub Djarot yang mengajar di UNJ dan perguruan tinggi lainnya. Ini menjadi peringatan kepada guru lain untuk lebih berhati-hati.
Materi PR mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (PLBJ) yang diberikan oleh guru kepada murid kelas II SDN 02 Pagi Pasar Rebo, Jakarta Timur menjadi pergunjingan luas sejak muncul di medsos.

Senin (23/5), netizen Agung Suharto Dirdjosbroto mengoceh di akun media sosial miliknya. Intinya ia mengritik pihak sekolah yang memberikan PR kepada anak kecilnya mengenai pembunuhan dan perceraian. Ocehan ini sudah menyebar ke mana-mana sehingga membuat kalangan guru dan pejabat Pemprov DKI Jakarta kalang kabut.

Menurut Djarot menyambut baik pihak Sudin Pendidikan Jakarta Timur yang telah menarik buku PLBJ yang menjadi sumber PR bagi siswa tersebut.
"Bukunya ditarik dan diganti buku yang materinya lebih sesuai dengan anak SD," ujarnya. Selain itu Djarot juga sudah mendapat laporan bahwa pihak sekolah sudah memberikan sanksi kepada guru yang membuat PR tersebut. (PK/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru