Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Mendikbud: Perlu Sinergi Selesaikan Persoalan Pendidikan

* Pemda Harus Pastikan Semua Anak Dapat Layanan Pendidikan
- Rabu, 22 Juni 2016 18:18 WIB
168 view
Mendikbud: Perlu Sinergi Selesaikan Persoalan Pendidikan
Jakarta (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan perlu sinergi untuk menyelesaikan persoalan pendidikan yang ada di Tanah Air.

"Persoalan pendidikan bisa diselesaikan dengan baik jika ada sinergi semua pihak yang terlibat termasuk pemerintah daerah,"  ujar Mendikbud Anies Baswedan dalam peluncuran serial inspiratif MURID5 di Jakarta, Rabu.

Mendikbud menjelaskan kewajiban pemerintah daerah memenuhi standar minimal dasar pendidikan.

"Di daerah manapun dari Aceh sampai Papua, kami harus memastikan bahwa anak-anak harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik."

Dalam hal ini, pemerintah daerah harus memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik.

"Jika standar pelayanan minimal pendidikan terpenuhi,  maka akan memberi contoh bahwa masalah pendidikan bisa diselesaikan dengan sinergi yang baik semua pihak," kata dia.

Dirjen  Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad mengatakan standar pelayanan minimal tercantum dalam UU Sisdiknas 2003 dan UU Pemerintah Daerah 23/2014.

Hamid menjelaskan standar pelayanan minimal tersebut sudah lama ada, namun hingga saat ini belum merata.

"Tujuan dari SPM ini meningkatkan kapasitas pengelolaan pendidikan di tingkat kabupaten/kota serta satuan pendidikan," kata Hamid.

Pemenuhan standar pelayanan minimal bidang pendidikan tersebut merupakan kewajiban dari pemerintah daerah.

Meski demikian,  lanjut Hamid,  pelaksanaan pemenuhan standar tersebut mengalami rintangan terutama persoalan politis seperti Pilkada.

Serial inspiratif MURID5 merupakan kisah mengenai sekelompok murid di SDN Mekar Jaya, yang memiliki sejumlah cara unik dalam mengatasi beragam keterbatasan untuk memperjuangkan hak mereka akan perolehan pendidikan yang bermutu di desa mereka.

Selama ini kegiatan belajar-mengajar di SDN Mekar Jaya sangat hidup dan dinamis karena para pengajar dan para murid yang dimotori anggota MURID5 tak pernah berkeluh-kesah dengan segala kekurangan sekolah mereka.

Beberapa persoalan yang dihadapi mulai dari tidak adanya ruang guru, kurangnya buku teks, dan yang lebih mendesak masih adanya beberapa guru yang belum tersertifikasi.

Dengan cara-cara yang kreatif, para murid yakni Wati, Budi, Irma, Johni dan Untung saling bahu membahu bersama Kepsek SDN Mekar Jaya, Hari Salim, mengatasi beragam tantangan yang dihadapi.

Kepala Bagian Kerja Sama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia Franck Viault menyatakan penghargaan atas kolaborasi para pihak di PKP-SPM Dikdas tersebut.
"Uni Eropa telah menunjukkan komitmennya denga hibah senilai 37,8 juta Euro untuk 108 kabupaten/kota di 16 provinsi. Dengan pendekatan yang tepat di tangan tim yang kokoh, kami berharap program dapat mencapai sasarannya," ujar Viault. (Ant/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru