Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

SMPN 2 Sei Kepayang Barat Jorok Kondisi Fisik Bangunan Rusak

* Kepsek : Bagian yang Rusak Tidak Termasuk Rehab 2013
- Rabu, 30 April 2014 17:08 WIB
1.010 view
 SMPN 2 Sei Kepayang Barat Jorok Kondisi Fisik Bangunan Rusak
SIB/Usni Pili Panjaitan/ r
Ratusan juta dana DAK Bidang Pendidikan TA 2013 telah direalisasikan, namun kondisi fisik lantai sekolah SMPN2 Sei Kepayang Barat, Selasa (29/4) rusak tanpa perbaikan.
Sei Kepayang (SIB)- Sejak SMPN 2 Sei Kepayang Barat dipimpin M Yakub, beragam polemik mencuat sehingga menjadi perbincangan di kalangan masyarakat sekitar. Mulai dari kabar Kepsek jarang ngantor hingga persoalan rehab sekolah dan penggunaan dana BOS.

Mengungkap kebenaran dari keresahan yang berdampak terhadap proses belajar mengajar di sekolah menengah pertama itu, Selasa (29/4), SIB yang hendak mengonfirmasi Kepala SMPN 2 Muhammad Yakub tidak berhasil. Dari keterangan guru sekolah, M Yakub tidak masuk kantor karena sedang menghadiri pertemuan di Dinas Pendidikan Asahan.

KTU SMPN2 H Lubis yang ditemui SIB saat jam istirahat berlangsung, membenarkan pimpinannya itu tidak masuk. Lubis juga mengaku terkait penggunaan  dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dirinya tidak pernah dilibatkan.

Amatan SIB,  lingkungan sekolah terlihat jorok tanpa terawat dengan baik. Sampah-sampah bekas plastik kemasan berserakan di lantai sekolah. Tempat cuci tangan siswa tidak berfungsi dan dipenuhi sampah yang terkesan sengaja dibiarkan. Kepingan kaca nako dibiarkan tergeletak di lantai selasar depan ruang kelas yang dapat membahayakan keselamatan siswa. Sedangkan kondisi fisik bangunan sekolah juga kurang terawat, sejumlah jendela ruangan sekolah tanpa kaca. Asbes bagian selasar rusak tanpa adanya upaya perbaikan.

Padahal sekolah ini di tahun 2013 menerima kucuran dana bantuan rehab tujuh ruang kelas yang bersumber dari dana DAK Bidang Pendidikan TA 2013 senilai Rp315 juta yang dikerjakan Panitia Pembangunan Sekolah (PPS). Pasca rehab berlangsung, pekerja yang melaksanakan rehab ruang kelas sengaja didatangkan dari luar daerah. M Yakub kepada SIB berdalih pekerja lokal kurang berkualitas sehingga atas kesepakatan Ketua Komite, pihaknya sengaja menggunakan tenaga dari luar daerah. Anehnya sesuai juknis DAK Bidang Pendidikan Tahun 2013, PPS yang melaksanakan kegiatan fisik berasal dari warga sekitar lingkungan sekolah.

Kepala SMPN2 M Yakub, yang dikonfirmasi SIB, Selasa (29/4) via telepon seluler, membenarkan dirinya tidak masuk karena menghadiri pembukaan Pekan Olahraga dan Seni."Iya saya lagi menghadiri acara. Rabu juga tidak masuk karena menghadiri acara MKKS. Tidak benar saya jarang masuk. Banyaknya sampah di sekolah karena anak-anak sekitar sering di sore hari memanfaatkan lapangan sekolah untuk berolahraga. Terpaksalah murid kita suruh membersihkannya,"ujar M Yakub berdalih tidak adanya pagar menyebabkan bebasnya warga sekitar bermain di sekolah.

Lanjut M Yakub, KTU tetap dilibatkan dalam hal kebutuhan penggunaan dana BOS. "Saat itu KTU tidak hadiri rapat. KTU tetap dilibatkan terkait masalah kebutuhan BOS. Mengenai kebersihan, dana BOS tidak mampu membayar tenaga kebersihan karena banyaknya tenaga honor yang mencapai 5-6 orang. Apa mungkin mau dibayar Rp200-300 ribu, kan gak mungkin. Kerusakan fisik seperti asbes bukan merupakan ruang kelas yang direhab, yang rusak itu di bagian samping ruangan yang kita rehab kemarin," katanya berdalih.

Tokoh masyarakat Sei Kepayang Barat, A Nasution sangat kecewa atas kinerja M Yakub. "Tak pantas M Yakub dipertahankan memimpin sekolah itu. Saya punya alasan yang sangat rasional. Kenapa rehab kelas dari dana DAK Bidang Pendidikan 2013 tidak melibatkan PPS sesuai juknisnya, kenapa pekerjanya dari luar daerah. Sejak M Yakub menjabat, lingkungan sekolah jorok, tempat cuci tangan rusak tak pernah difungsikan. Bangunan fisik sekolah rusak meskipun dana DAK hingga ratusan juta direalisasikan di tahun 2013 yang pengerjaannya tahun 2014. Bahkan M Yakub jarang ngantor. Apakah yang seperti ini layak memimpin sekolah di kampung ini. Saya minta Bupati Asahan segera memerintahkan Kadis Pendidikan mempertimbangkan jabatan M Yakub. Karena kalau tetap dipertahankan akan berdampak bobroknya kualitas pendidikan di Sei Kepayang Barat,"tegas A Nasution mendesak Bupati Taufan Gama menyahuti aspirasi masyarakat Sei Kepayang Barat.(D20/ r)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru