Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026

ESDM-Kemendikbud Sepakat Penuhi SDM Ketenagalistrikan Lulusan SMK

- Rabu, 12 Oktober 2016 18:20 WIB
172 view
ESDM-Kemendikbud Sepakat Penuhi SDM Ketenagalistrikan Lulusan SMK
Jakarta (SIB)- Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama memenuhi sumber daya manusia sektor ketenagalistrikan dari siswa lulusan sekolah menengah kejuruan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Jarman di Jakarta, Jumat, mengatakan tenaga kerja ketenagalistrikan dari lulusan SMK ini untuk mendukung program pembangunan infrastruktur penyediaan listrik 35.000 megawatt.

"Yang kami  lakukan adalah mereka (lulusan SMK) sebelum lulus mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan industri ketenagalistrikan. Perusahaan sektor ketenagalistrikan tidak perlu mencari atau mendidik orang, cukup tenaga lulusak SMK yang sudah mendapatkan sertifikasi kompetensi," kata Jarman pada penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Jakarta.

Jarman menjelaskan selama ini banyak lulusan SMK yang tidak dapat diserap oleh industri khususnya ketenagalistrikan karena kompetensi yang tidak sesuai diharapkan.

Oleh karenanya, melalui kerja sama ini, siswa SMK akan mendapatkan pendidikan dan bahan ajar yang sesuai dunia usaha ketenagalistrikan. Siswa SMK pun juga mengikuti ujian sertifikasi kompetensi di samping ujian mata pelajaran umum.

Dengan begitu, ketika menamatkan sekolah, lulusan SMK akan mendapatkan dua ijazah kelulusan, yakni dari Kemendikbud dan Kementerian ESDM.
"Mereka nanti akan dapat dua kelulusan, dari Kemendikbud dan secara kompetensi. Kemudian bisa register untuk mendapat sertifikasi level 1 industri ketenagalistrikan," ujar Jarman.

Ia menambahkan sertifikasi level 1 berarti tenaga sdm memiliki kemampuan untuk memasang instalasi listrik tekanan rendah, umumnya untuk kawasan rumah tangga.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hamid Muhammad mengatakan pihaknya akan membahas kurikulum dan standar kompetensi pada 159 SMK spesialisasi keahlian ketenagalistrikan agar sesuai dengan dunia usaha.

"Nanti minggu depan kita ada FGD (focus grup discussion) masalah kurikulum, terutama standar kompetensinya. Kedua, masalah pemagangan agar mereka belajar kemudian magang dengan standar yang diminta kemudian uji kompetensi dan sertifikasi," kata Hamid.

Pemerintah pun akan mengembangkan 50 SMK yang memiliki program keahlian ketenagalistrikan sebagai upaya menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja untuk mendukung program penyediaan listrik 35.000 MW dari lulusan SMK.

Kerja sama ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. (Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru