Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026

Siswa yang Membawa Kursi ke Sekolahnya di Dairi Patut Diteladani

- Rabu, 07 Desember 2016 21:54 WIB
361 view
Siswa yang Membawa Kursi ke Sekolahnya di Dairi Patut Diteladani
Pematangsiantar (SIB)- Seorang siswa SMP N 1 Berampu, Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi setiap hari sekolah harus membawa kursi pergi dan pulang sekolah dan harus berjalan 2 kilometer sekali jalan. Hal itu sangat memprihantinkan pada masa sekarang ini, karena anggaran untuk pendidikan telah dianggarkan 20 persen dari APBN setiap tahunnya.

Demikian Pimpinan HKI melalui Kadep Diakonia, Pdt Dr HR Panjaitan DMin di Kantor Pusat HKI, Jalan Melanthon Siregar Pematangsiantar, Senin (5/12). "Semangat tidak mau menyerah untuk meneruskan sekolahnya walaupun harus membawa kursi pergi pulang 4 kilometer setiap harinya. Semangat siswa tersebut patut diteladani dan dicontoh oleh para siswa," ujarnya.

Masih adanya siswa pada zaman sekarang membawa kursi untuk tempat duduknya di kelas merupakan tindakan memalukan dan perlu mendapat perhatian dari aparat instansi terkait. Hal itu mengingatkan kita kembali kepada zaman pemerintahan Orde Baru akhir tahun 60-an hingga awal tahun 70-an di mana pada masa itu ekonomi kita masih memprihatinkan termasuk biaya operasional pendidikan sekolah masih sangat minim. Masa itu sebahagian besar sekolah mewajibkan para siswa membawa kursi masing-masing untuk tempat duduk di kelasnya.

Zaman sekarang sudah jauh berubah ke arah yang lebih baik. Para pengelola sekolah relatif sudah mempersiapkan fasilitas untuk menunjang suksesnya proses belajar mengajar di sekolah. Sepertinya tidak masuk akal apabila seorang siswa dengan status bagaimanapun dibebani membawa kursi ke sekolah sedangkan buku-buku pelajaran pun sudah mendapat bantuan dari pemerintah, sehingga para siswa dan orangtua semakin terbantu dalam menyukseskan program memajukan pendidikan di Indonesia serta mendorong anak-anak sekolah semakin rajin mengikuti kegiatan sekolah.

Karena itu diminta kepada para pengelola pendidikan di tingkat kabupaten dan kecamatan di Kabupaten Dairi agar tersentuh hatinya dengan kondisi yang terjadi di SMP N 1 Berampu Kabupaten Dairi tersebut, sehingga tidak sampai mencoreng wajah pendidikan di Dairi khususnya dan Sumut umumnya, ujar Pdt Dr HR Panjaitan DMin. (R-22/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru