Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026

Perguruan Methodist-8 Medan Siap Hadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer

- Rabu, 01 Februari 2017 21:45 WIB
753 view
Perguruan Methodist-8 Medan Siap Hadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer
Drs J Nainggolan MM
Medan (SIB)- Para siswa dan Perguruan Methodist-8 Medan menyatakan siap menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan April 2017 pengganti Ujian Nasional (UN) untuk siswa SMP, SMA dan SMK sederajat.

Pimpinan Perguruan Methodist-8 Medan Drs J Nainggolan MM didampingi Kepala Sekolah Methodist-8 Drs Haron Wilson Nainggolan kepada SIB, Senin (30/1) di ruang kerjanya mengatakan, banyak persiapan yang sudah dilakukan siswa kelas XII untuk mengikuti UNBK, di antaranya penambahan les belajar, bimbingan ujian nasional dan try out dan pemberian buku tambahan. Dan pihak sekolah juga telah menyediakan komputer yang akan digunakan pada UNBK.

"Memang baru kali ini dilaksanakan UNBK di Perguruan Methodit-8 ini, tetapi kami selalu siap mendukung pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan," katanya.

Selain bimbingan belajar, tambahnya, para siswa juga akan dibekali iman spiritual yang kuat dengan mengikuti retreat ke Ambarita, Samosir sebelum ujian nantinya. "Program retreat ini rutin kami  lakukan kepada kelas 12, sehingga dalam pelaksanaan ujian nasional selalu dibimbing oleh Tuhan dan hasilnya luar biasa selalu lulus 100 persen," katanya.

Jumlah siswa SMA/SMK yang akan mengikuti UNBK adalah, jurusan IPA 109 orang, IPS 40 orang, SMK 48 orang dan SMP 82 orang siswa. "Semua siswa kami telah siap melakukan UNBK," ujarnya.

Sementara untuk pemerataan pendidikan di Sumut, J Nainggolan berharap kepada Pemprovsu agar melarang pihak sekolah swasta maupun negeri memberlakukan 2 siap belajar, masuk pagi dan sore, karena masih banyak sekolah swasta yang berprestasi untuk menampung siswa tersebut. "Bagaimana sekolah dapat berkualitas sementara jam belajar di sekolah saja sudah dikurangi waktu belajar karena 2 sip," ujarnya.

Karena itu, J Nainggolan berharap kepada Dinas Pendidikan Pemprovsu selaku pengelola SMA dan SMK se-Sumut agar lebih memberikan perhatian khusus, sehingga pemerataan siswa tiap sekolah dapat terlaksana dengan baik guna memajukan dunia pendidikan di Sumut.

"Banyak kendala buat siswa dengan belajar dua shift, saat UNBK menjadi masalah karena UNBK harus serentak dilaksanakan, sementara ruang hanya terbatas. Untuk itu kami meminta Pemprovsu melalui Kadisdik Sumut agar melarang sekolah yang memberlakukan dua shift, yang saat ini masih ada di Kota Medan," pintanya.

Sementara disinggung soal pertukaran pelajar dari Argentina ke Perguran Methodist-8 Medan, Maria Valentine 6 bulan lalu, J Nainggolan mengatakan 6 bulan sudah berlangsung dan akan berakhir 20 Februari dan diganti siswa dari Alaska.

"Pertukaran pelajar yang datang dari Argentina ini akan berakhir 20 Februari 2017 dan akan digantikan siswa dari Alaska juga selama 6 bulan," pungkasnya. (A14/h)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru