Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026

Satu Keluarga dengan 500 Anggota Berfoto Bersama

- Minggu, 12 Februari 2017 19:22 WIB
813 view
Satu Keluarga dengan 500 Anggota Berfoto Bersama
Keluarga Ren yang berasal dari kampung Shishe difoto dengan menggunakan kamera di pesawat terbang tanpa awak.
Beijing (SIB)- Sebuah keluarga di China menjadi buah bibir setelah berhasil mengumpulkan 500 anggota keluarganya untuk berpose bersama dalam satu foto. Keluarga Ren menggelar reuni di desa Shishe, provinsi Zhejiang, pekan lalu bertepatan dengan musim liburan tahun baru China.

Musim liburan tahun baru memang biasa digunakan untuk satu keluarga besar berkumpul dan makan bersama. Juru foto Zhang Liangzong mengabadikan foto itu dengan kamera yang dipasangkan pada sebuah drone yang terbang di atas lembah bebatuan di dekat Sishe.

Liangzhong menjelaskan silsilah keluarga Ren, yang berasal dari desa Sishe, bisa dilacak sampai 851 tahun lalu. Sayangnya silsilah keluarga ini tak diperbarui sejak lebih dari 80 tahun lalu. Para tetua kampung kemudian berupaya  menelusuri kembali para keturunan keluarga dan berhasil menemukan sedikitnya 2.000 orang yang berasal dari tujuh generasi.

Penyempurnaan silsilah keluarga tersebut dirayakan dengan reuni akbar yang dihadiri lebih dari 500 keturunan keluarga Ren yang antara lain datang dari Beijing, Shanghai, Xinjiang, dan Taiwan. Kepala desa Shishe, Ren Tuanjie mengatakan, kepada kantor berita Xinhua bahwa reuni itu bertujuan untuk membuat agar para keturunan keluarga ini tidak melupakan akar asalnya.

Ren Tuanjie merupakan anggota keluarga dari generasi ke-26 dan namanya secara harafiah berarti 'reuni'. Walau foto bersama keluarga besar merupakah hal biasa di China, namun 500 anggota keluarga dalam satu foto merupakan hal istimewa.

Alhasil foto keluarga ini dimuat di beberapa media nasional, salah satunya berjudul, "Apakah anggota keluarga ini mengenal satu sama lainnya?" Dan seperti biasa pula, muncul komentar-komentar bernada gurauan di media sosial Weibo, "Bagaimana jika ada yang bertemu yang disukainya? Bisakah mereka menikah?" ujar seorang netizen.

Salah satu tradisi dalam tahun baru China adalah memberi angpau yaitu amplop merah berisi uang kepada anak-anak. Tradisi ini memicu pertanyaan dari seorang pengguna Weibo: "Ketika memberi angpau, barulah mereka mulai menangis." (BBC/l)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru