Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026

SMAN 8 Medan Siapkan 120 Komputer untuk UNBK, Tegaskan Tidak Ada Kutipan Selain Uang Komite

- Rabu, 22 Februari 2017 20:35 WIB
758 view
SMAN 8 Medan Siapkan 120 Komputer untuk UNBK, Tegaskan Tidak Ada Kutipan Selain Uang Komite
SIB/Pasaribu
UNBK: Ketua Komite SMA Negeri 8 Medan Bistok Halomoan Sibuea bersama Pembantu Kepala Sekolah (PKS) I Rosmaida Purba, PKS II Sri Rahmawati, PKS III Ramlan Sianipar, PKS IV Dra Azwina Lubis dan Iwan Sunarya Panjaitan memperkenalkan komputer untuk UNBK, Sela
Medan (SIB) -SMA Negeri 8 Medan menyatakan siap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebanyak 120 unit komputer dan 3 unit server sudah disiapkan. Sekolah yang kini dipimpin Drs Jongor Panjaitan MMin ini telah menyahuti surat edaran Menteri Pendidikan Nasional RI, sekolah ini bekerjasama dengan Komite Sekolah membeli kebutuhan komputer dan menyatakan siap melaksanakan UNBK April tahun ini.

Ketua Komite Sekolah Bistok Halomoan Sibuea, Selasa (21/2) mengatakan, dana untuk membeli komputer  dari hasil uang komite sekolah ditambah dari dana BOS sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ada. Tidak ada kutipan khusus untuk pembelian ini dibebankan kepada siswa, karena dana dari uang komite dirasa sudah cukup dibantu dari dana BOS.

Untuk sosialisasi komputer ini, pihak sekolah sudah melakukan simulasi baru-baru ini dan gladi bersih akan dilaksanakan Maret mendatang. Sesuai Surat Edaran Kementerian Penididikan Nasional, syarat untuk memenuhi plafon komputer UNBK adalah 1/3 dari jumlah siswa. Jumlah siswa di SMA ini sebanyak 343 orang yang akan mengikuti UNBK sehingga jumlah 120 unit komputer dan 3 server sudah memenuhi syarat untuk ikut UNBK.

"Kalau ujian sekaligus tentu tidak bisa karena jumlah siswa dengan komputer tidak sebanding. Kami akan melaksanakannya secara bergelombang, dari jumlah siswa yang ada tiga gelombang ujian UNBK akan kami laksanakan," ucap Bistok didampingi Pembantu Kepala Sekolah (PKS) I Rosmaida Purba, PKS II Sri Rahmawati, PKS III Ramlan Sianipar, PKS IV Dra Azwina Lubis dan Iwan Sunarya Panjaitan.

Lebih lanjut Sibuea mengemukakan, di SMAN 8 Medan ini tidak ada kutipan selain uang komite. Karena komite adalah resmi dan diatur dalam Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah. Sejak dipimpin Jongor Panjaitan, SMA Negeri 8 hanya melakukan satu kutipan yakni uang komite sebesar Rp 100.000 per bulan per siswa.

"Segala kutipan lain yang pernah ada pada masa kepemimpinan Kepsek terdahulu sudah dihapus, uang sekolah tidak ada, uang 17 Augustus, uang buku, uang seragam semuanya tidak ada lagi. Kami mau menjadikan SMAN 8 ini sebagai sekolah pioner, serius mendidik siswa menjadi anak berilmu dan orangtua siswa tidak terbeban lagi oleh kutipan yang memberatkan," terangnya.

Menurut dia, dengan uang komite saja sudah cukup membiayai sekolah ditambah BOS, jumlah siswa ini 900 orang jika sebulan ada Rp90 juta yang terkumpul dan setahun Rp 1,080 miliar. Dengan uang ini semua kegiatan bisa dibiayai, apakah itu 17 Agustus, acara Hari Guru dan acara hari besar keagamaan tidak ada lagi kutipan. "Kalau siswa mau memberi hadiah kepada gurunya, cukup diberitahu kepada komite, hadiahnya dari uang komite," tuturnya. (A10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru