Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026
Komisi E DPRDSU Tinjau Pelaksanaan UNBK di Medan

Banyak SMK Belum Bisa Laksanakan UNBK, Terpaksa Numpang di Sekolah Lain

- Rabu, 05 April 2017 19:01 WIB
287 view
Medan (SIB) -Komisi E DPRD Sumut meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah SMK (Sekolah Menegah Kejuruan) di Medan yang hasilnya berlangsung aman dan lancar. na Namun masih banyak SMK yang belum bisa melaksanakan sendiri ujian, karena belum memiliki komputer yang lengkap, sehingga terpaksa menumpang di sekolah yang memiliki fasilitas yang lengkap.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi E DPRD Sumut Eveready Sitorus, Sri Kumala, Nezar Djoely dan Sopar Siburian kepada wartawan, Selasa (4/4) di DPRD Sumut seusai melakukan peninjauan pelaksanaan UNBK di sejumlah SMK di Medan, seperti SMK Dr Sjharir, SMK Negeri 9 dan sejumlah SMK lainnya.

"Memang pelaksanaan UNBK ini berjalan aman dan lancar, tapi kita lihat masih banyak SMK di Medan yang belum siap melaksanakan ujian berbasis komputer, karena tidak memiliki komputer yang lengkap, sehingga numpang ujian di sekolah yang lebih lengkap fasilitasnya, seperti di SMK 9, ada 5 sekolah swasta menumpang ujian di sekolah tersebut," ujar Eveready Sitorus senada dengan Sri Kumala.

Begitu juga di SMK Negeri 10 Medan, tambah Nezar Djoely, ada dua sekolah swasta yang harus menumpang di sekolah tersebut, yakni SMK Dharma Bakti sebanyak 22 siswa dan SMK Gajah Mada 12 siswa. Bahkan ada sekolah menyuruh sebagian siswa membawa laptop, karena jumlah komputer yang ada hanya 200-an unit, tidak sebanding dengan jumlah siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 658 siswa.

Dengan menumpang ujian di sekolah lain, ujar Eveready, dari segi psikologisnya, tentu kurang baik bagi peserta anak didik, sehingga diharapkan kepada pemerintah dalam pelaksanaan UNBK ke depan sebaiknya dilengkapi seluruh fasilitas yang dibutuhkan. "Kita berharap UNBK tahun depan, harus lebih baik lagi dan seluruh fasilitas di sekolah harus lengkap," katanya.

Menurut Sri Kumala dan Eveready ketika berbincang-bincang dengan Nurhajati selaku Kepala SMK Dr Sjahrir saat meninjau 112 siswa sekolah tersebut mengikuti UNBK, karena terbatasnya jumlah komputer, akhirnya pemerintah pusat menerapkan 3 sesi jadwal ujian kepada siswa yang mengikuti UNBK, yakni sesi I pukul 07.30 WIB sampai 09.30 WIB, sesi II pukul 10.30 WIB sampai 12.30 WIB dan sesi III pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Namun Kepala SMK Dr Sjahrir menjelaskan kepada tim Komisi E, bahwa siswanya yang sedang mengikuti UNBK seluruhnya menggunakan komputer, karena sekolah yang dipimpinnya sudah sejak lama menggunakan peralatan komputer. "Sekolah kita tidak ada masalah pak, semuanya berjalan lancar. Fasilitas komputer juga lengkap," ujarnya.

Menurut Nezar, UNBK sebenarnya tidak menentukan kelulusan siswa, tetapi dilakukan untuk pemetaan daerah yang nilainya lemah, sehingga guru bisa didrop ke daerah tersebut. "Penentu kelulusan itu USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) dan US (Ujian Sekolah) dengan 13 jumlah mata pelajaran, 6 mata pelajaran USBN dan 7 mata pelajaran US. Syarat kelulusan itu, program belajar mulai kelas 10 sampai 12, sikap minimal nilai B, mengikuti USBN dan US serta PKL," tambahnya.

Dari hasil peninjauan lapangan tersebut, tambah Nezar, Komisi E menyimpulkan masih banyak sekolah yang belum melaksanakan UNBK secara mandiri. "Di Medan saja masih banyak yang menumpang di sekolah lain. Mungkin di Medan tidak masalah karena jarak sekolah berdekatan, tapi di daerah lain tentu sangat berjauhan. Kita berharap, pemerintah menyiapkan fasilitas terlebih dulu sebelum membuat kebijakan," ujar Nezar. (A03/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru