Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026
Dewan Pembina Yayasan Betlehem Audiensi dengan Menteri Pendidikan Nasional

Mendiknas Muhadjir Effendi Berharap Pendidikan Berbasis Karakter

- Rabu, 12 Juli 2017 20:19 WIB
742 view
Mendiknas Muhadjir Effendi Berharap Pendidikan Berbasis Karakter
SIB/Dok
AUDIENSI: Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Effendi (3 dari kanan), foto bersama dengan Pembina dan pengurus Yayasan Betlehem. Nampak, diantaranya P Maximilianus K Sembiring (4 dari kanan) dan Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba.
Jakarta (SIB) -Kehadiran Sekolah Satu Padu Boarding School diharapkan dapat mencetak siswa berkarakter yang memiliki iman dan berbudi pekerti luhur. 

 Dewan Pembina Yayasan Betlehem, P Maximilianus K Sembiring, OFMConv menyatakan hal itu  saat beraudiensi dengan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas)  Muhadjir Effendy di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas ) Republik Indonesia di Jalan Jenderal Sudirman Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2017).  

P Maximilinus K Sembiring, OFMConv yang  datang bersama Parlindungan Purba dan Pengurus Yayasan Betlehem Binaman Kasan, MSc,  P Thomas Tarigan OFMConv serta P Robert Zon Piter Sihotang,  menginformasikan kepada Menteri Pendidikan tentang kehadiran Sekolah Satu Padu Boarding School sekaligus mengundang Menteri Pendidikan untuk dapat hadir pada acara peresmian sekolah tersebut yang dijadwalkan pada tanggal 30 Juli mendatang di Medan.

P Maximilianus K Sembiring, OFMConv mengatakan bahwa Ordo OFMConventual sudah membentuk Yayasan Betlehem sejak tahun 1972 dan telah berkecimpung  di  dunia pendidikan. 

Ada 27 sekolah di tingkat TK-SD-SMP-SMA-SekolahTinggi Pastoral pernah didirikan dan dilayani. Tetapi baru tahun  ini membuka sekolah SMP-SMA yang muridnya harus tinggal di asrama sekolah. 

Sekolah ini lahir untuk menjawab situasi pendidikan saat ini yang ingin  mendampingi anak anak didik selama 24 jam perhari dan menjauhkan anak didik dari situasi kondisi sosial yang  sangat berbahaya seperti narkoba, pergaulan tidak  sehat dan lain sebagainya .

Sekolah ini juga salah satu  cara/sistem pendidikan untuk mendukung program pendidikan kita saat ini yakni pendidikan yang berdasar pada karakter- budi pekerti-moral Etika.

"Dengan kehadiran Sekolah Satu Padu Boarding School  diharapkan dapat mencetak siswa berkarakter yang memiliki iman dan berbudi pekerti luhur", kata Pastor Maximilianus  sembari menyebutkan, sekolah ini juga memberi pemahaman tentang tantangan yang dihadapi  anak didik dari situasi kondisi sosial yang saat ini sangat berbahaya seperti narkoba, pergaulan tidak dan lain sebagainya.

Sekolah ini juga salah satu  cara/sistem pendidikan untuk mendukung program pendidikan kita saat ini yakni pendidikan yang berdasar pada karakter- budi pekerti-moral Etika.

"Dengan kehadiran Sekolah Satu Padu Boarding School ini diharapkan dapat mencetak siswa berkarakter yang memiliki iman dan berbudi pekerti luhur", kata Pastor Maximilianus .    

Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Effendy menyambut baik kehadiran Sekolah Satu Padu Boarding School ini, karena  sangat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Diharapkan dengan kehadiran sekolah ini dapat menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang berkarakter.  Tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga beriman dan berbudi pekerti luhur.

Muhadjir menyatakan jika tidak ada halangan dirinya akan datang untuk menghadiri acara peresmian sekolah tersebut. 

"Saya sangat menyambut baik kehadiran Sekolah Satu Padu. Tentu ini sangat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika tidak ada halangan saya akan hadir pada acara peresmian sekolah tersebut," ungkapnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Betlehem Binaman Kasan, MSc menjelaskan , salah satu misi Sekolah Satu Padu Boarding School adalah untuk menanamkan nilai Potion dalam kehidupan sehari-hari. 

Potion adalah akronim dari The Primacy of God artinya menjadikan Tuhan utama dan pertama dalam hidup. 

Service to the poor and evangelization yang artinya melayani orang-orang kecil yang tidak diperhatikan lewat ajaran Kristus. 

Fraternal life artinya memiliki ikatan persaudaraan atau memandang pribadi-pribadi sebagai saudara. 

Minority and Simplicity artinya aksi pelayanan sebagai saudara dalam sikap kerendahan hati, terbuka, jujur dan luhur yang didorong oleh kasih Kristus, yang datang bukan untuk dilayani tapi untuk melayani.

 Menurutnya landasan nilai-nilai ini bersumber dari ajaran Bibel yang dijadikan pedoman hidup sehari-hari. (J01/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru