Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

USAID : 48 Persen Siswa SD Fasih Membaca

- Rabu, 18 Juni 2014 23:04 WIB
272 view
USAID : 48 Persen Siswa SD Fasih Membaca
Jakarta (SIB)- Survei nasional USAID bersama Pemerintah Indonesia tentang penilaian membaca kelas awal bagi siswa kelas II sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di sejumlah provinsi menunjukkan sebanyak 48 persen siswa telah fasih membaca dan memahami materi bacaan.  

"Sekitar 48 persen atau setengah dari total 4.800 siswa kelas dua SD/MI yang menjadi target telah fasih dan memahami isi apa yang mereka baca, hanya 5,9 persen yang belum dapat membaca. Sedangkan sisanya sekitar hampir 40 persen bisa membaca namun belum lancar dan belum memahami bacaan," ujar Project Manager Specialist USAID Ester Manurung, di Jakarta, Senin.

Survei tersebut dilaksanakan terhadap 4.800 siswa kelas II dari 400 SD/MI di 80 kabupaten/kota di Indonesia. Adapun penelitian tersebut dibagi empat regional daerah, regional pertama adalah Sumatera, region dua Jawa-Bali, region tiga Kalimantan-Sulawesi, serta regional empat meliputi Maluku-Nusa Tenggara-Papua.

"Yang menarik dari penelitian ini juga terlihat adanya perbedaan kemampuan membaca antar wilayah. Di wilayah empat, karena masih terkendala jarak, banyaknya daerah, serta masalah infrastruktur, sebanyak 23 persen di wilayah itu masih belum bisa membaca, sebanyak 24 persen sudah bisa dan memahami, serta sisa masih pada tahap awal dan membutuhkan dorongan," kata Ester didampingi Deputy Director USAID Lawrence Dolan.

Kemampuan anak dalam membaca ternyata juga dipengaruhi oleh kondisi sosial serta pendidikan sebelum mereka masuk ke SD.

Menurut Ester, para siswa yang pernah mengikuti pendidikan PAUD lebih memiliki keunggulan dalam membaca dan memahami isi bacaan. "Ketika anak itu pernah ikut TK, terbukti kemampuannya sangat terbantu dalam pembelajaran membaca. Tapi secara umum kemampuan anak Indonesia dalam membaca sudah cukup baik."

Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi kemampuan membaca siswa, adalah faktor guru. Sekolah-sekolah yang memiliki guru dengan latar belakang pendidikan strata satu (S1) berkorelasi dengan tingkat kemampuan membaca anak.     

Sementara itu, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Ditjen pendidikan Dasar Kemdikbud Ibrahim Bafadal mengatakan survei yang dilakukan USAID menjadi bahan masukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran siswa di kelas-kelas awal.

Namun demikian, ujar Bafadal, dari survei tersebut menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak-anak Indonesia relatif cukup tinggi, yakni tidak sekadar bisa membaca namun juga memahami secara keseluruhan materi yang dibacanya.

"Ada tiga kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa SD/MI, yakni membaca, menulis dan berhitung selain juga kemampuan lainnya seperti aspek sosial dan aspek-aspek kepribadian lainnya. Kemampuan siswa kelas awal dalam menguasai ketiga kemampuan dasar itu turut dipengaruhi oleh faktor guru," katanya.

Ke depan, hasil survei tersebut akan diintegrasikan dengan kegiatan bimbingan teknis yang secara rutin diselenggarakan bagi guru untuk peningkatan mutu pembelajaran siswa terutama di kelas-kelas awal, katanya. (Ant/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru