Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026

Uang PIP Disunat Guru, Siswa Menangis

- Rabu, 24 Januari 2018 18:35 WIB
577 view
Uang PIP Disunat Guru, Siswa Menangis
SIB/Dok
Wartawan SIB Helman Tambunan diabadikan bersama Sudiani Gea dan Orangtuanya Yaaro Gea didampingi Tonnes Hutapea dan Rismenda Hutabarat foto bersama usai memberikan keterangan terkait pemotongan dana PIP di Kantor Camat Tukka, Jumat (19/1).
Tapteng (SIB)  -Sudiani Gea (12), Siswa SMPN 2 Satu Atap Tukka, menangis saat tiba di rumahnya di hadapan orangtuanya di Dusun Siantar Gunung, Tukka, Kamis (18/1), karena uang Program Indonesia Pintar (PIP)  yang diterimanya dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pandan, disunat guru.

"Semula dia (Sudiani) menerima duit Rp 1,2 juta dari pihak bank, tetapi Kepala Sekolah meminta kembali uang tersebut dan memotongnya menjadi Rp 175 ribu," kata ayah Sudiani,  Yaaro Gea (55) kepada Wartawan SIB di Tukka, Jumat (19/1).

Pernyataan Yaaro,  dibenarkan Sudiani Gea yang saat itu ikut memberikan keterangan kepada wartawan. Turut mendampingi warga setempat,  Tonnes Hutapea dan Resminda Hutabarat. Sudiani Gea terdaftar penerima PIP dari SD Negeri Hutanabolon III Siantar Gunung.

Yaaro mengaku tidak terima tindakan pemotongan yang disebutnya sudah di luar nurani kemanusiaan itu."Semua pasti menangis dan sedih bila uang yang seharusnya untuk kita tetapi diambil orang tanpa alasan yang tidak masuk akal,"pungkasnya, sembari mengaku sudah mengonfirmasi kepala sekolah tetapi ditanggapi berbelit-belit.

Sudiani Gea menyebutkan ada 23 orang siswa yang berasal dari SD Negeri Hutanabolon III Siantar Gunung, yang memperoleh bantuan PIP saat itu. Semua bantuan yang diterima siswa, lanjut Sudiani Gea, dipotong pihak sekolah.

Sementara Kepala SD Negeri Hutanabolon III Tirawan Siregar dan seorang guru  Harja Simatupang yang didatangi SIB bersama Yaaro Gea dan Sudiani Gea di kediamannya di Hutanabolon, mengaku tidak ada niat melakukan pemotongan dana PIP yang diterima siswa. Hanya saja,  karena dana bantuan PIP tersebut sudah dua tahap maka perlu dilakukan sosialisasi kembali terhadap siswa dan orangtua.

"Tetapi, jika siswa ngotot meminta uang tersebut tanpa sosialisasi akan kami serahkan,"kata Tirawan, seraya mengembalikan uang PIP yang sempat dipotong ke Sudiani Gea.

Harja Simatupang, menegaskan bahwa uang PIP yang diterima Sudiani Gea dari BRI Pandan sebesar Rp 1.050.000, bukan Rp 1.200.000, seperti yang diklaim. (G05/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Lapas Kelas I Medan Panen Kangkung

Lapas Kelas I Medan Panen Kangkung

Medan(harianSIB.com)Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif melalui